Tak Menemukan Mamin Mengandung Cacing, Temukan Makanan Hampir Kedaluwarsa

Kapolresta Probolinggo didampingi kepala dinkes saat sidak makanan di Giant (Agus Salam/Jatim TIMES)
Kapolresta Probolinggo didampingi kepala dinkes saat sidak makanan di Giant (Agus Salam/Jatim TIMES)

LAMONGANTIMES, PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo menemukan 9 makanan dan minuman (Mamin) nyaris tak layak konsumsi. Karena mendekati masa akhir kadaluwarsa. Kesembilan mamin dalam kemasan tersebut diketahui, saat Dinkes bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) dan Polres Probolinggo Kota, sidak di sejumlah supermarket, Selasa (27/3) sekitar pukul 9.00.

Mamin yang kemudian diminta untuk tidak dijual itu, ditemukan di Hyper Market Giant. Sedang saat sidak di Angga Mart, dinkes tidak menemukan makanan yang mendekati tanggal dan bulan kedaluwarsa. Hanya saja, kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, sempat membuka makanan dalam kaleng. Meski begitu, sidak gabungan tersebut tidak menemukan sesuatu di dalam makanan yang dibukanya.

Hal yang sama juga dilakukan di Giant, namun makanan dalam kaleng yang dibuka, tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan. Kapolresta dan kepala Dinkes dr Ninik Ira Wibawati, yang disaksikan kepala DKUPP Gatot Wahyudi, menemukan makanan dalam kaleng yang seharusnya tidak dijual. Mengingat, makanan yang dimaksud telah melebihi batas masa penjualan yang ditetapkan pemerintah. Dimana, makanan dalam kaleng tidak boleh dijual, tiga bulan batas kedaluwarsa.

Sedang makanan sarden tersebut batas kedaluwarsanya  28 April 2018 atau massa kedaluwarsanya. Kurang satu bulan. Dinkes meminta kepada pengelola Giant untuk tidak memajang sarden tersebut dan mengembalikan ke pemiliknya. Mengingat menurut aturan, makanan kurang tiga bulan dari batas akhir kedaluwarsa, tidak boleh dijual. Dan permintaan dinkes diiyakan oleh pengelola Giant yang saat itu menemani sidak. “Ini jangan dipajang ya. Soalnya sudah tidak boleh dijual. Dikembalikan saja ke pemiliknya,” kata Ninik.

Kepada sejumlah wartawan, kepala dinkes mengatakan, sidak dilakukan untuk mencari makanan dalam kaleng (Sarden) yang diduga mengandung cacing. Ia menegaskan, di wilayahnya belum ditemukan Sarden yang dimaksud, baik di Giant dan di Angga Mart yang telah disidaknya.  Ninik berharap, warga untuk tidak membeli Sarden yang diduga mengandung cacing. “Kami berharap seperti itu. Jangan membeli makanan yang kedaluwarsa dan hindari membeli Sarden yang diduga mengandung cacing,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, sidak dilakukan untuk mencari makanan yang mengandung cacing yang lagi viral di sejumlah media sosial. Makanan dalam kaleng tersebut meresahkan masyarakat, karenanya perlu diamankan.  Untuk mengetahui, ada atau tidaknya, pihaknya menggandeng Dinkes dan DKUPP melakukan sidak. “Untuk sementara, kami belum menemukan. Mudah-mudahan di wilayah kami tidak beredar sardeng yang diduga mengandung cacing,” tandasnya.

Untuk memastikan hal tersebut kapolresta membuka salah satu sarden yang dipajang super market, namun tidak ditemukan cacing di dalamnya. Meski demikian, kapolresta meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih mamin dalam kemasan. Jangan membeli mamin kalengan yang lagi viral karena diduga mengandung cacing. “Itu imbauan kami. Hindari makanan tersebut. Dan jangan membeli mamin yang sudah kedaluwarsa atau kemasannya rusak. Ya, demi menjaga kesehatan kita bersama,” tandasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : zaldi deo
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top