Masuk Lewat Jendela, Hendak Berbuat Cabul, Tepergok, Lari Telanjang Bulat

Korban MH ditemani orang tuanya melaporkan upaya pencabulan ke UPPA Polres Tulungagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Korban MH ditemani orang tuanya melaporkan upaya pencabulan ke UPPA Polres Tulungagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

LAMONGANTIMES, TULUNGAGUNG Desa Mergayu, tepatnya di Dusun Jati RT 1 RW 3 Kecamatan Bandung, Tulungagung, geger Selasa (10/04) hingga Rabu (11/04) pagi. Pasalnya, warga keluar rumah karena mengejar seorang yang lari dengan telanjang bulat karena diketahui hendak melakukan upaya pencabulan kepada wanita. 
"Awalnya istri saya (SRY) salat. Dari kamar sebelah terdengar anak saya bicara sama seorang lelaki," kata UDY (63), ayah MH (16), siswi di salah satu SMK di Bandung. 

UDY melanjutkan, anaknya pergi dari rumah dan pamit bermain. Namun rupanya saat pulang diam-diam masuk bersama seorang lelaki bernama MK (15), siswa MTs, melalui jendela kamar. 
"Dia masuk melalui jendela. Saat istri saya dengar suara, langsung laporan pada saya. Akhirnya sepakat kita buka paksa pintu kamar itu dan lelaki itu sudah telanjang bulat," kata UDY 

Sementara itu, MH juga telah hampir membuka seluruh pakaian yang dikenakan. "Anak saya juga telah membuka pakaian, kecuali celana ketat yang digunakan," ungkap UDY.

Tahu pintu dididobrak, MK melompat melalui jendela tempat dia masuk dengan masih telanjang bulat. "Dia lari lewat jendela. Saya kejar dan sempat saya pegang tapi terlepas. Saya teriaki dia maling," katanya. 

Mendengar teriakan maling, warga spontan keluar rumah dan turut mengejar pelaku yang lari ke arah kebun kopi. "Dia lari ke kebun kopi. Warga langsung pagar betis tapi rupanya dia lari lebih cepat," kata UDY di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satresrim Polres Tulungagung. 

Hingga menjelang pagi, warga terus melakukan pencarian, namun hasilnya nihil. "Beruntung anak saya dalam pengakuannya belum sempat terjadi pencabulan," tandasnya. 

Atas kejadian itu, atas saran warga, UDY melapor ke polisi. Dia membawa seluruh pakaian pelaku yang tertinggal. Di antaranya celana, baju, celana dalam serta sepeda motor yang turut tertinggal dirumahnya. 

Laporan masih dipelajari oleh penyidik UPPA. Namun, Kapolsek Bandung AKP Siswanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. "Memang benar ada kejadian itu, namun langsung saya perintahkan anggota saya untuk mengantar ke UPPA," kata Siswanto 

Kapolsek mengaku telah mendapatkan indentitas diduga pelaku, yakni MK, dan telah berusaha mencari ke sekolah tempatnya belajar.  "Sudah dicari ke sekolah, tapi rupanya pelaku tidak masuk," jelas Siswanto 

Hingga kini, pelapor MH yang diantar orang tuanya masih menjalani proses pemeriksaan di ruang UPPA Reskrim Polres Tulungagung. (*)

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Tulungagung TIMES
  • Melihat Batik Khas Desa Tlogo Kabupaten Blitar, Keunikannya Diminati Warga Australia

    Batik merupakan budaya warisan nenek moyang Indonesia. Dan hampir setiap daerah di Indonesia punya batik yang berbeda-beda pola dan motif gambarnya.

  • Pilkada, Azan Pun Jadi Persoalan Bagi Bawaslu

    Ada yang menarik dari paparan yang disampaikan Bawaslu Provinsi Jawa Timur dalam sosialisasi Pengawasan Pemilu Bagi Ormas, LSM dan media. Komisioner Bawaslu, Aang Khunaifi memberikan contoh adanya calon yang melakukan azan dan ditayangkan di sebuah media.

  • Karena Foto, Panwaslu Tulungagung Putuskan Tiga ASN Bersalah, Kadis Tidak

    Tiga ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung dinyatakan bersalah oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tulungagung.Tiga ASN yang terdiri dari dua Camat yaitu Camat Sumbergempol dan Camat Ngunut serta seorang Kepala Bidang (Kabid) di Di

  • Jalur On The Spot Pakusari, Masuk Penilaian OK BOS Dirlantas Polda Jatim

    Jalur tengkorak timur terminal Pakusari tepatnya di depan PTPN Kebun Kertosari Pakusari Jember jadi penilaian kegiatan “Open Karo Black On The Spot” (OK BOS) Daerah rawan kecelakaan lalu lintas (Blakcspot) dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim. Jalur di

  • Coba Gaya Foto OOTD Dengan Bantal

    Tidak bisa dipungkiri, gaya foto di media sosial Instagram jadi bukti eksistensi diri. Banyak cara eksis di media sosial. Salah satunya adalah mengunggah foto OOTD (Outfit of the Day) yang menarik. Buat kamu kawula muda, pasti dong tidak ingin tampil itu-

  • KPU Batu Mudahkan Pemilih Disabilitas

    Komisi Pemilihan Umum Kota Batu memberikan perhatian khusus kepada para disabilitas di Kota Batu untuk pelaksanaan coblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, pada Juni mendatang.

  • Suket Khusus Untuk Nyoblos Pilkada Dicetak Mulai 20 Mei

    Calon pemilih yang belum memiliki KTP elektronik tak perlu khawatir untuk menggunakan hak pilihnya. Karena untuk pilkada 2018, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerbi

  • Tingkatkan Mutu Pendidikan Pemkot Latih 1.343 Kepala PAUD

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya. Salah satunya dengan menggelar kegiatan workshop kemampuan kepada para guru pendidik PAUD (Pendidikan Anak Usia Di

  • Tekan Angka Kriminalitas, Sita Ratusan Botol Miras

    Sedikitnya, 13 krat miras berbagai ukuran dan merek diamankan petugas saat razia, Senin (23/4) malam kemarin. Selain itu petugas juga mengamankan 4 pemandu lagu yang sedang menemani pengunjung di salah satu tempat karaoke. Petugas juga mengamankan 4 unit

  • Pasangan Calon SAE Pilih Kampanye Senyap

    Pengerahan massa dalam jumlah banyak tidak selalu dilakukan pasangan calon kepala daerah. Seperti halnya yang dilakukan pasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (SAE).

  • Tanah Kavling Warga Dijual Oknum Pensiunan Lurah

    Pensiunan PNS Pemkot Probolinggo, diduga telah menjual tanah milik warga. Tanah kavling berukuran 5 X 22 meter yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo Gang II, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, milik almarhum Ali Sumar orang tua Nur Eva Arimami (

  • Malaikat Maut Kembali Jemput Tiga Pemabuk Di Surabaya

    Korban terus berjatuhan akibat minuman keras (Miras). Sebelumnya tiga warga Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari tewas akibat menenggak miras. Terbaru, dua nyawa melayang diduga kuat karena miras oplosan.

Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top