Penderita TBC Tulungagung Capai 3 Ribu Jiwa, Dinkes Latih Kader

M.Mastur (baju coklat pegang mik) saat acara peringatan TB day di aula Dinkes Tulungagung (foto : Gusti INdah P/Jatim Times)
M.Mastur (baju coklat pegang mik) saat acara peringatan TB day di aula Dinkes Tulungagung (foto : Gusti INdah P/Jatim Times)

LAMONGANTIMES, TULUNGAGUNG – Hari ini Dinas Kesehatan melaksanakan hari Tuberculosis (TB) day atau hari TBC dunia, yang jatuh pada tangga 24 Maret lalu. Namun dikarenakan kesibukan maka  pelaksanakaan baru bisa dilakukan pada 12 April ini.

TB day kali ini mengambil  tema “Peduli TBC Indonesia Sehat Dengan Aksi Temukan Tuberculosis Obati Sampai Sembuh”, atau disingkat dengan TOSS. Acara dilakukan dengan sederhana yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Dinas Kesehatan Tulungagng.

Tujuan utama dari kegiatan ini ialah kita berupaya untuk menemukan sebanyak mungkin penderita TBC yang ada di Kabupaten Tulungagung, karena Indonesia mempunyai penderita TBC nomer 2 di dunia, termasuk di Tulungagung.

“Prediksi penderita TBC di Kabupaten Tulungagung lebih dari 3 ribu penderita namun baru di ketemukan sekitar 1000 penderita,” ujar M. Mastur, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung di sela-sela acara TB day.

Untuk sisanya yang sekitar 2 ribu penderita, pihaknya berharap agar segera ditemukan agar bisa segera diobati.

“Sebisanya sisanya harus ditemukan agar bisa diobati, sehingga jika sudah diobati sumber penularanya juga ikut hilang,” imbuhnya penuh harap.

Untuk menemukan 2 penderita yang masih belum ditemukan, pihak Dinas Kesehatan memanfaatkan semua potensi masyarakat untuk membantu pihaknya untuk menemukan penderita TBC.

“Satu Puskesmas kita latih 10 kader yang bergerak untuk memantau penderita atau orang-orang yang kemungkinan terjangkit TBC,” terang pria yang akrab dipanggil Mastur itu.

Pemantauan dilakukan dengan memantau batuk dan dahak dari suspect (orang yang diduga menderita TBC) para kader juga mempunyai kewajiban memberikan informasi itu kepada masyarakat lainya. Hal ini dilakukan agar penderita TBC tidak dikucilkan, namun harus diobati sampai sembuh.

“Penderita harus diobati sampai sembuh, bukan malah dikucilkan,” ujarnya.

Penderita penyakit menular TBC jika diobati dengan serius, maka dalam 1 bulan akan sembuh, meskipun belum sembuh, namun tidak bisa lagi menularkan virus TBC kepada orang lain.

Untuk benar-benar sembuh sendiri, penderita TBC diwajibkan untuk meminum obat selama setidaknya 6 bulan hingga 1 tahun. Kader yang telah dilatih oleh Dinas Kesehatan memastikan obat yang diberikan kepada penderita diminum dengan benar.

“Agar tidak kebal oleh obat, pemantau minum obat itu harus ada sehingga dipastikan obat yang diberikan benar-benar diminum oleh penderita,” tegas Mastur.

Jika tidak teratur meminum obat dan virusnya menjadi kebal, maka penderita akan disuntik setiap hari selama 8 bulan dan dilanjutkan meminum obat setiap hari selama 2 tahun.

Pewarta : Gusti Indah Pambayun
Editor : A Yahya
Publisher : zaldi deo
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top