Masih Masa Tanam, Harga Bawang Merah Tetap Tinggi

Bawang merah di unit sayur Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Bawang merah di unit sayur Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

LAMONGANTIMES, BATUHingga saat ini harga bawang merah di pasaran masih terpantau cukup tinggi. Seperti halnya di Pasar Besar Kota Batu. Kini harganya hingga Rp 28 ribu per kilogram.

“Harganya masih tinggi di sini berkisar Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu. Masih bertahan dan belum turun,” ungkap Agus Yulianto, pedagang bawang merah unit sayur Pasar Besar Kota Batu, Jumat (13/4/2018).

Harga tersebut untuk jenis bawang merah Filipina yang sering kali jadi sasaran pembeli. Sebelum mencapai titik harga Rp 28 ribu, masih berkisar Rp 22 ribu. Namun tetap saja harga tersebut masih tergolong tinggi.

Agus menambahkan, bawang merah jenis Filipina ini jika berkisar harga di atas Rp 20 ribu masih tergolong tinggi. Standartnya mencapai Rp 15 ribu. Petani dan pedagang bisa dikatakan sama-sama untungnya.

“Kalau harganya masih di atas Rp 20 ribu, artinya itu masih tinggi. Kalau di bawah Rp 20 ribu, sudah lumayan karena standartnya Rp 15 ribu,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Di sisi lain, seperti jenis bawang merah Bali, harganya tetap tinggi sejak pertengahan Maret lalu hingga saat ini. 

Lalu apa yang membuat harga bawang merah merangkak naik? Ya karena keterbatasan stok. Sebab, saat ini masih banyak petani menanam bawang merah sedang masa tanam. 

“Karena stoknya terbatas, petani sekarang masih dalam proses masa tanam,” ungkap pria yang juga ketua paguyuban Unit Sayur Pasar Besar Kota Batu ini.

Tentunya dengan harga yang tinggi itu, daya jualnya pun menurun. Dalam satu hari, jika biasanya mampu menjual hingga satu kuintal bawang merah, kini Agus hanya bisa menjual hingga 70 kilogram.

“Ya kalau harganya mahal begini, kalau beli dikurangi. Misalnya biasa beli 1 kilogram,   sekarang hanya beli setengah kilogram saja,” ujarnya. Meski akan mendekati bulan puasa, ia memprediksi harga bawang merah segera turun. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Batu TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top