Inilah Makna Sarung Bagi Masyarakat Suku Tengger di Lumajang

Masyarakat suku Tengger di Ranu Pane Senduro Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Masyarakat suku Tengger di Ranu Pane Senduro Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

LAMONGANTIMES, LUMAJANG – Setiap kita bertemu dengan suku Tengger yang tinggal disekitar Ranu Pane Senduro Lumajang, selalu saja ada sarung pada tubuh mereka, dalam berbagai posisi balutan busana yang mewarnai fashion mereka.

Walau sepintas balutan sarung yang menghiasi tubuh warga Tengger hanya berfungsi untuk melindungi dari hawa dingin, ternyata balutan sarung dan sebuah posisi sarung dalam berbusana memiliki makna sendiri. Itu adalah simbol khas warga Tengger untuk sebuah status tertentu.

Ternyata identitas dalam kehidupan bersosial mayarakat Tengger juga terurai melalui letak dan posisi dari pemakaian sarung dan simpulnya.

Bagi Wanita yang sedang hamil menggunakan simpul terletak di belakang leher dan tergerai di bagian depan, berguna untuk menutupi atau melindungi kehamilannya.

Wanita yang menggunakan simpul terletak di leher bagian belakang dan tergerai sisi depan, mempunyai arti wanita tersebut belum menikah dan dianggap sudah cukup umur untuk menikah.

Jika wanita menggunakan simpul terletak di pundak bagian kanan dan tergerai di sebagian sisi depan, mempunyai arti wanita tersebut beranjak dewasa (gadis) dan belum menikah.

Kemudian jika wanita menggunakan simpul terletak di tengah depan dan tergerai di bagian belakang, mempunyai arti wanita tersebut sudah berkeluarga atau menikah.

Wanita yang menggunakan simpul terletak di pundak bagian kiri dan tergerai di sebagian sisi depan, mempunyai arti wanita tersebut sudah pernah menikah dan dalam keadaan tidak bersuami lagi. Simbol ini adalah simbol janda yang bercerai atau ditinggal mati oleh suaminya. 

Betapa luasnya maksa sarung bagi seorang wanita di suku Tengger. Sementara pada kaum pria, maksa sarung tentu saja berbeda makna dengan kaum perempuan di Tengger.

Pria menggunakan sarung yang dinamakan Selempang, digunakan sebagai pelengkap busana untuk menambah gaya bagi seorang pria Suku Tengger.

Pria menggunakan sarung yang dinamakan Simpul Wolu atau simpul delapan, digunakan dahulu saat mengambil air dan penghangat leher bagian belakang.

Pria menggunakan sarung yang dinamakan Sarung Kudung, digunakan sebagai menutupi wajah dari dingin dan debu yang biasa digunakan oleh ojek pengantar sayuran. Wisatawan yang datang ke Tengger sering menggunakan sarung dengan model ini. 

Pria menggunakan sarung yang dinamakan Sembong, digunakan sebagai pelengkap busana, saat bekerja di ladang sarung tersebut tidak merepotkan dan memiliki arti lain sebagai simbol keberanian pria Tengger.

Pria menggunakan sarung yang dinamakan Sarung Kudungan, digunakan sebagai menghangatkan kepala dari suhu dingin.

Kadang pria Tengger menggunakan sarung sebagai tempat untuk membawa barang bawaan. Ini dinamakan sebagai Gembolan.  

Pria Tengger juga kerap kali menggunakan sarung dibagian punggung. Ini disebut sebagai Lampin. Biasasnya digunakan saat berladang untuk melindungi punggung dari suhu dingin ataupun menjadi alas saat membawa barang berat agar pundak tidak terasa sakit.

Ada pula pria menggunakan sarung yang dinamakan Udengan, caranya digunakan saat berladang sebagai penutup atau pelindung kepala.

Anda ingin tahu lebih luas lagi tentang makna sarung di Tengger, datang saja ke Ranu Pane Senduro Lumajang. Berbaur dengan mereka dan dapatkan makna mendalam dari sebuah cara mengggunakan sarung, baik bagi kaum pria maupun wanita Tengger yang masih menjunjung tinggi budaya Tengger. (ADV)

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Lumajang TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top