Weekend di Kota Malang, Yuuuk Mendem Duren, Mie, dan Bakso

Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi saat meninjau stan duren di Festival Mie, Bakso dan Mendem Duren di Jalan Gajahmada samping Balai Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi saat meninjau stan duren di Festival Mie, Bakso dan Mendem Duren di Jalan Gajahmada samping Balai Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

LAMONGANTIMES, MALANGBagi wisatawan yang ingin melewatkan akhir pekan di Kota Malang, ada festival menarik yang disuguhkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Selama tiga hari, bakal berlangsung Festival Mie, Bakso dan Mendem Duren di Jalan Gajahmada Malang. 

Dibuka langsung oleh Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi, hari ini (13/4/2018) hingga Minggu (15/4/2018) pengunjung bakal dimanjakan oleh sekitar 110 stan duren serta 50 stan mi, bakso dan UMKM. Duren-duren lokal hingga impor pun bisa dinikmati langsung di lokasi atau dibawa pulang. Mulai dari duren Ngantang, Ponorogo, Probolinggo, dan lain-lain. 

"Festival ini untuk mengenalkan kuliner andalan Kota Malang yakni bakso dan mie yang sudah dikenal di berbagai penjuru Indonesia. Juga duren Malang yang rasanya tidak kalah dari buah impor," ujar Wahid saat membuka acara. Wahid menambahkan bahwa agenda festival ini juga diharapkan bisa menarik kunjungan ke Kota Malang. 

Bersama warga dan segenap stakeholder, dia juga sempat mencicipi sejumlah durian. Dalam kesempatan itu, Wahid amat terkesan dengan partisipasi warga. Dia juga berharap event serupa pada tahun berikutnya mampu dikemas lebih 'wah'. "Perlu dikemas dengan baik dan di-setting sejak awal, serta disosialisasikan ke seluruh Indonesia," tandasnya.

Menurut Wahid, event ini cukup disayangkan kalau hanya dihadiri warga Kota Malang. Lebih dari itu, festival serupa layak dimanfaatkan sebagai ajang promosi Kota Malang. "Sehingga acara tidak hanya dihadiri warga Kota Malang tapi juga dihadiri dari seluruh Indonesia. Saya share lewat WA (whatsApp messenger) saja, karena ada kata mendem, jadi banyak yang penasaran dan bertanya-tanya. Maka kalau sosialisasi lebih masif akan jadi spektakuler," urainya.

Wahid menambahkan, saat ini akses ke Malang semakin mudah. Betapa tidak, Bandara Lanud Abdulrahman Saleh kini telah menyediakan 14 penerbangan pulang-pergi. "Kalau bisa negara tetangga juga bisa hadir dalam event selanjutnya," imbuh pria yang juga menjabat kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur itu.

Salah satu stan duren yang langsung diserbu pengunjung yakni duren Ngantang. Sujati, pemilik stan, mengaku menyiapkan sekitar 400 buah duren lokal di hari pertama festival. "Ada duren petruk, manalagi, montong lokal, dan duren bajul dari Ngantang. Harganya mulai Rp 25 ribu sampai ratusan ribu," ungkapnya. 

Menurut Sujati, duren Ngantang rata-rata masak pohon sehingga banyak diminati pecinta duren. "Karakter rasanya juga beragam. Ada yang duren susu, manis, pahit. Biasanya montong lokal atau jenis manalagi yang manis," ucapnya. (*)

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top