Industri Pangan Dan Pariwisata Berkembang, Bentuk Desa Paman

Sapari (baju putih) saat berfoto bersama Pjs Bupati Tulungagung, Jarianto ( foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Sapari (baju putih) saat berfoto bersama Pjs Bupati Tulungagung, Jarianto ( foto : Joko Pramono/Jatim Times)

LAMONGANTIMES, TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung berencana membuat desa pangan aman. Pasalnya di Kabupaten yang terkenal akan kariernya itu, wisata kulinernya dan pariwisatanya sedang berkembang dengan pesat. Hal ini menjadi alasan  dari Badan Pengawas Obat Dan Makanan BPOM Jatim untuk membantu desa pangan aman (Desa Paman).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan, Sapari di sela sela audiensinya dengan Pjs Bupati Tulungagung, Jarianto beberapa waktu lalu.

Sapari mengatakan setidaknya ada 5 desa pangan aman yang ditargetkan terbentuk pada tahun ini di Tulungagung. Bahkan pihaknya berharap tidak sampai menunggu hingga akhir tahun, jika dalam satu atau bulan kedepan sudah ada usulan nama desa maka pihaknya akan segera melakukan pengamatan dan persiapan pembentukannya.

“Kalau satu dua bulan kedepan sudah siap desanya, kita langsung terjun, tidak harus menunggu sampai akhir tahun” Ujarnya.

Program pembentukan desa Paman sendiri dilakukan untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan bahan tambah berbahaya pada produksi pangan. Dengan demikian menghasilkan produk pangan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Caranya dengan jalan memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mulai dari proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen.

"Itu merupakan salah satu tugas kita untuk melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang beresiko bagi kesehatan,” Lanjutnya.

Tidak hanya untuk pelaku industri pangan saja, pihaknya juga menyasar lokasi lokasi peredaran pangan yang selama ini menjadi favorit pelaku usaha memasarkan dagangannya. Salah satunya adalah kantin sekolah. Pihaknya akan melakukan pendampingan, agar makanan yang tidak aman dan tidak sehat bisa dinetralisir dan tidak lagi beredar di kantin sekolah.

“Sekolah juga akan kami sentuh. Jadi kantinnya itu yang biasanya menjadi lokasi pemasaran jajanan bagi masyarakat yang akan dipantau agar lokasi tersebut tidak jadi peredaran jajanan tidak sehat,” beber dia.

Menanggapi hal ini, PJs Bupati Tulungagung Jarianto mengatakan pihaknya sangat mendukung pembentukan desa Paman di Tulungagung. Sebab kondisi pangan maupun jajanan yang beredar di masyarakat saat ini sudah cukup memprihatinkan.

“Tapi yang jelas BPOM itu kan mengawasi makanan dan obat yang layak dikonsumsi. Jangan sampai lagi ditemukan makanan berbahaya di Tulungagung,” Ujarnya.

Pihaknya meminta beberapa dinas yang terkait dengan hal ini, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Dinas Pendidikan bisa segera merumuskan, 5 desa yang berpotensi dijadikan desa Paman.

“Makanya tadi dinas-dinas yang berhubungan itu tadi saya undang biar bisa berkoordinasi,” pungkasnya.

Sehingga jajanan dan panganan yang beredar di masyarakat bisa terjamin mutunya, apalagi menjelang bulan puasa seperti ini.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : A Yahya
Publisher : zaldi deo
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top