Harga Cabai Rawit Meroket Bikin Pedagang Lesu

Pedagang cabe saat melayani konsumen di Pasar Tradisional Pasirian (Foto : Ahmad Jafin / Jatim TIMES)
Pedagang cabe saat melayani konsumen di Pasar Tradisional Pasirian (Foto : Ahmad Jafin / Jatim TIMES)

LAMONGANTIMES, LUMAJANG – Masih tingginya harga cabai rawit membuat perdagangan komoditas ini lesu. Terbukti dari hasil penelusuran di Pasar Tradisional Pasirian pada Sabtu (14/04), kenaikan harga cabai rawit sejak beberapa hari terakhir kemarin berimbas terhadap sepinya pembeli.

"Harga cabai rawit yang masih tinggi berimbas terhadap rendahnya daya beli masyarakat. Pedagang pun disini banyak yang lesu," ucap Taslimah pedagang cabai saat dijumpai media LumajangTimes di pasar.

Seperti diketahui harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp15 ribu perkilogram, kini harganya melambung hingga mencapai Rp 40 ribu perkilogram. Kenaikannya mencapai 100 persen lebih dari harga semula.

Melambungnya harga cabai rawit disebabkan oleh banyak faktor. Taslimah (60), salah seorang pedagang cabe menjelaskan, gagal panen petani cabai yang disebabkan oleh curah hujan tinggi disertai cuaca tidak stabil saat memasuki musim pancaroba membuat pasokan cabai  terhambat.

"Kondisi cuaca yang tidak stabil menjadi penyebab gagal panen petani cabai. Karena selama ini para pedagang cabai di pasaran disuplai dari petani cabai dari Desa Penanggal. Di mana kualitas cabai dari Penanggal lumayan berkualitas," tambah Taslimah pada Sabtu (14/04).

Dirinya juga menambahkan selain gagal panen, penyebab lain mahalnya harga cabai dikarenakan sudah banyak sebagian besar petani cabai beralih fungsi ke tanaman padi. Hal ini yang akhirnya memicu produktivitas cabe menurun drastis.

"Sekarang sudah banyak para petani yang sudah beralih fungsi ke tanaman padi," kata Taslimah.

Untuk mensiasati mahalnya cabai rawit, banyak konsumen beralih lebih memilih jenis cabai lain. Bahkan seringkali konsumen beralih ke cabai kering. "Harganya yang begitu mahal, seringkali konsumen membeli cabai kering karena harganya yang terjangkau," pungkas Ibu 3 anak tersebut.

Pewarta : Ahmad Jafin
Editor : A Yahya
Publisher : zaldi deo
Sumber : Lumajang TIMES
-->
  • Indahnya Kabupaten Malang, Bian D'Bagindas Tuangkan dalam Lagu Madep Manteb 2

    Potensi pariwisata Kabupaten Malang yang tidak henti-hentinya digencarkan Bupati Dr H Rendra Kresna lewat program Madep Manteb Manetep (M3) mendapat apresiasi dari kalangan artis. Mantan vokalis band D'Bagindas, yakni Bian Gindas, menuangkan keindahan Kab

  • Libatkan KPK, Khofifah Ingin Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Jatim

    Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa tidak ingin ada kasus korupsi dalam menata pemerintahannya nanti. Karena itu, Khofifah akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Pencetus Hari Santri Mundur dari PDI-Perjuangan, Pindah ke Demokrat

    Manuver politik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dilakukan pencetus Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad. Dia yang awalnya maju lewat PDI-Perjuangan kini pindah dan berlabuh di Partai Demokrat.

  • Versi DPMD 7 Desa, Bukan 10 Desa Terindikasi 'Korupsi' DD Dan ADD

    Jika sebelumnya unit tipikor Polres Tulungagung menyatakan setidaknya ada 10 desa yang terindikasi dugaan korupsi dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), berbeda dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung.

  • Polres Situbondo Amankan Kosmetik Palsu, Jamu illegal dan Rokok Tanpa Cukai

    Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Patko 803 Satsabhara Polres Situbondo, berhasil mengungkap peredaran kosmetik palsu, jamu illegal dan rokok tanpa cukai.

  • Di Tangan Pria Ini Limbah Kayu Jati Menjadi Bernilai Ekonomi Tinggi

    Berawal dari iseng, laki-laki paruh baya warga Perumahan Villa Bukit Mentari Kelurahan pojok Kota Kediri membuat kerajinan tangan lampion dari dari kayu jati bekas (limbah kayu jati) yang tak terpakai, Agus Irianto (54) mampu menghasilkan karya seni keraj

  • Heboh Wanita 'Salat' di Tengah Perempatan Gragalan, Ini Videonya..

    Kehebohan kembali terjadi, kali ini di perempatan Gragalan Sumbergempol Tulungagung. Seorang ibu paruh baya tiba-tiba memakai mukena dan menghadap ke barat lalu menjalankan gerakan salat. Kontan saja, pemakai jalan langsung mengambil gambar dari berbagai

  • Seluruh CJH Kota Blitar Lolos Istitha'ah Kesehatan

    Pemerintah Indonesia menerapkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istitha'ah (mampu) yang mewajibkan calon jamaah mampu melaksanakan seluruh ritual haji. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan calon jamaah telah dirampungkan oleh Dinas Kesehatan Kota B

  • Analisis Gempa di Tenggara Malang, Pakar UB Ungkap Fakta Ini

    Masyarakat Malang Raya dikejutkan dengan gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) pada Kamis (19/7/2018) kemarin. Gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB di titik 9,69 Lintang Selatan dan 112,80 Bujur Timur atau 161 kilometer tenggara Kabupaten Malang. Ber

  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar

    Diduga korsleting listrik. dua rumah warga di Dusun Krajan RT 001 RW 003, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, ludes terbakar (20/7/2018). Beruntung kebakaran tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materil berkisar 65 juta

  • Suruh Anak Jualan Kue sampai Dini Hari, Dua Orang Tua Asal Madura Ini Dikecam Netizen

    Baru ini beredar sebuah video viral tentang anak yang masih kecil namun disuruh kerja keras oleh orang tuanya di media sosial. Anak tersebut diperkirakan masih duduk di bangku SD. Meski demikian, dia terlihat sudah sangat dieksploitasi oleh orang tuanya.

  • Makin Banyak Kos Resmi di Kota Blitar

    Pengurusan perizinan tempat kos di Kota Blitar meningkat setiap tahun. Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar Suharyono mengungkapkan, terhitung sejak 2015 sampai 2017, ada sekitar 50 tempat kos mengurus izin resmi.

Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top