Dua Balita Di Trenggalek Menjadi Sorotan Pasca Perdebatan Sengit Emil Dardak Dan Puti

Melinda bersama ibunya beserta bidan desa yang pernah dikunjungi Puti Guntur. ( Foto : Fals Yudistira/Trenggalek Times)
Melinda bersama ibunya beserta bidan desa yang pernah dikunjungi Puti Guntur. ( Foto : Fals Yudistira/Trenggalek Times)

LAMONGANTIMES, TRENGGALEK – Pasca diadakanya debat pertama cagug dan cawagub Jawa Timur, nama sebuah desa serta nama dua balita di Kabupaten Trenggalek menjadi sorotan kalangan luas.  Dalam laga tersebut kedua calon wakil Gubernur yakni Emil Dardak dan Puti Guntur terlibat perdebatan yang cukup sengit. Lebih seru lagi ketika dalam perdebatan ada yang menyebut bahwa desa Kayen Kecamatan Karangan merupakan desa stunting, yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Untuk memastikan kondisi di lapangan yang sebenarnya TrenggalekTimes.com  mencoba menelusuri ke tempat balita yang diduga mengalami gizi buruk. Namun terlebih dahulu kami singgah di balai desa Kayen untuk mencari informasi melalui  bidan desa.

Dari hasil wawancara awal kami dengan bidan desa kayen, sebelumnya terdapat satu anak balita yang mengalami gizi buruk bernama Wafiq Apriliani. Namun semenjak mendapat penanganan dari pemerintah sejak awal bulan Januari 2018 lalu, kini kondisi Wafiq Apriliani sudah membaik. Dari hasil cek, berat badannyapun sudah meningkat. Kemungkinan besar,  status gizi buruk terhadap Wafiq Apriliani segera dicabut.

“ Ada satu balita yakni Wafiq Apriliani yang mengalami gizi buruk,dan sudah kami tangani sejak awal Januari lalu. Kini kondisi semakin membaik,berat badan meningkat,” kata bidan desa Kayen, Yesin Wulandari.

Selanjutnya satu anak balita yang sempat dikunjungi oleh calon wakil gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno beberapa waktu lalu, bernama Melinda (4).  Dijelaskan, Melinda merupakan balita yang tidak mengalami gizi buruk.

“Untuk balita bernama Melinda, tidak mengalami gizi buruk. Hanya saja masuk dalam keluarga kurang mampu. Dulu pernah sempat hampir berada di garis merah,dan belum dikatakan gizi buruk. Kami lakukan pendampingan dan pemberian nutrisi dan bersyukur kembali normal.” Ucap Yesin.

Guna memastikan kondisi balita yang ramai diperbincangkan dan diperdebatkan ke dua pasangan calon wakil gubernur Jawa Timur Yakni Emil Dardak dengan Puti Guntur Soekarno, kami menuju lokasi tempat balita bernama Melinda yang sempat dikunjungi oleh Puti Guntur Soekarno beberapa waktu lalu.

Orang tua balita Melinda saat kami kunjungi memberikan penjelasan, semenjak menjadi bahan debat pilkada yang disiarkan sejumlah stasuin televisi, pihaknya merasa tertekan. Tetangga maupun kerabat, selalu mengatakan kalau anaknya  (Melinda) mengalami gizi buruk. Kakak dari balita melinda, di sekolah juga sempat menjadi korban bully bahwa adiknya mengalami gizi buruk. Melihat kondisi ini, kedua orang tua balita Melinda merasa sedih.

“Anak saya baik-baik saja dan sehat sehat saja seperti yang mas lihat sendiri, dan ini anaknya. Saya sangat sedih banyak tetangga atau teman yang mengatakan kalau anak saya gizi buruk, setelah jadi bahan debat (pilkada) lalu,” ujar Sulikah (32) ibu kandung Melinda, dengan mata sedikit berbinar.

Kedua orang tua Melinda bersyukur didatangi siapa saja. Apa lagi didatangi oleh salah satu calon wakil gubernur Jawa Timur Puti Guntur. Namun disayangkan, isu yang yang berkembang bahwa yang dikunjungi Puti Guntur mengalami gizi buruk.

“Tidak benar kalau anak saya (melinda) Gizi buruk. Kalau sakit pilek, demam ya pernah, tapi bukan berarti gizi buruk. Kami bersyukur didatangi calon wakil gubernur mba Puti,” ujar Juwarni (37) ayah kandung Melinda.

Orang tua kandung Melinda juga menjelaskan, semenjak lahir, rutin mengikuti program posyandu. Berat badan balita melinda juga lebih mengalami peningkatan setiap bulannya.

“Setiap bulan mengikuti timbangan berat badan di posyandu, terkadang ibu bidan yang memberi arahan ke rumah kami,” terangnya.

Pewarta : Fals Yudistira
Editor : A Yahya
Publisher : zaldi deo
Sumber : Trenggalek TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top