KPU dan Dispendukcapil Gelar Rakor, Bahas Pemilih Non E-KTP

Kabid Dafduk Dispendukcapil Kab Blitar Anggo TH dan Komisioner KPU Masrukin.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Kabid Dafduk Dispendukcapil Kab Blitar Anggo TH dan Komisioner KPU Masrukin.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

LAMONGANTIMES, BLITAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar kembali melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar, Senin (16/4/2018).  Pertemuan ini membahas data pemilih non KTP pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018.

Rakor tersebut berlangsung di ruang Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar. Hadir dalam Rakor tersebut Plt Kepala Dispendukcapil Achmad Husein, Kabid Dafduk Anggo TH, Ketua KPU Kabupaten Blitar Imron Nafifah, Komisioner KPU, dan Panwaslu Kabupaten Blitar.  

Dalam Rakor tersebut juga dilakukan penyerahan berita acara data pemilih potensial non e-KTP  hasil verifikasi kepada Dispendukcapil dan pihak KPU Kabupaten Blitar. Hasil verifikasi tersebut ada tiga kategori. Yakni terdapat 13 ribu warga yang sudah melakukan perekaman e-KTP dan memiliki Suket. Lalu 12 ribu warga ada di database meski belum perekaman. Dan 2600 warga belum ada di database. Sebelumnya dalam coklit KPU menemukan 28 ribu warga Kabupaten Blitar yang belum memiliki e-KTP.

“Kita menemukan pemilih non KTP yang ditemukan saat coklit beberapa waktu lalu. Kita lalu meminta Dispendukcapil untuk melakukan verifikasi. Dan hasilnya hari ini kita tandatangani bersama untuk penindaklanjutan data pemilih tersebut,” kata Komisioner KPU Kabupaten Blitar Divisi Perencanaan Program dan Data, Masrukin.

Lebih lanjut Masrukin menyampaikan, KPU juga terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat yang belum perekaman atau tidak ada dalam databse agar segera melakukan perekaman agar pada Pilgub nanti bisa menggunakan hak pilihnya.

“Artinya walaupun tidak ada dalam database dan hari ini dicoret dalam DPS tapi mereka masih bisa menggunakan hak pilihnya dengan syarat datang ke Dispendukcapil melakukan perekaman e-KTP,” tandasnya.

Sementara Kabid Pendaftaran Kependudukan Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Anggo Takdhir Hanudji, dalam kesempatan ini menegaskan setelah menerima data hasil coklit dari KPU beberapa waktu lalu pihaknya langsung menggenjot perekaman e-KTP. Dan hasilnya saat ini sudah banyak warga yang melakukan perekaman dan memiliki Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP sementara.

“Setiap hari kami sukses perekaman e-KTP sekitar 300 hingga 350 orang. Beberapa strategi diantaranya melalui jemput bola, dan membuka perekaman e-KTP pada hari Sabtu dan Minggu. Strategi ini kami harapkan dapat mengurangi jumlah 12 ribu warga yang belum perekaman,” ungkap Anggo.

Dispendukcapil menargetkan seluruh perekaman e-KTP tuntas pada H-7 pencoblosan Pilgub Jatim. Bagi warga yang pada pencoblosan berusia 17 tahun pihaknya akan berupaya memberikan diskresi atau kebijakan khusus.

“Kalau waktunya terlalu mepet ada kemungkinan mereka akan sulit menerima Suket. Tapi kami akan berupaya siapapun yang sudah merekam akan langsung memiliki hak pilih dalam Pilgub Jatim yang digelar 27 Juni 2018. Saat ini aplikasinya sedang dirumuskan,” terangnya.

Lanjut Anggo, bagi warga yang terdata di database akan diterbitkan surat keterangan yang bersifat kolektif. Sehingga seluruhnya akan masuk data hak pilih di KPU.

“Kami menghimbau kepada warga yang belum perekaman untuk segera datang ke kantor Dispendukcapil untuk melakukan perekaman. Pentingnya KTP itu bukan hanya untuk pemilu, tapi juga untuk keperluan lainnya. Salah satunya untuk mengakses layanan publik program-program pemerintah diperlukan KTP,” tuntasnya. (ADV)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : bayu pradana
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top