Cari Keadilan, 4 Karyawan Indomaret Datangi Kantor Disnaker

Beberapa karyawan Indomaret saat di kantor Disnaker Jember (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Beberapa karyawan Indomaret saat di kantor Disnaker Jember (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

LAMONGANTIMES, JEMBER – Empat karyawan berseragam Indomaret asal Bondowoso dengan didampingi FSPMI (Federal Serikat Pekerja Metal Indonesia) Senin (16/4/2018) Siang mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Jember, kedatangan 4 karyawan tersebut mengadukan nasibnya yang di perlakukan diskriminasi oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

"Kedatangan kami ke sini untuk mendampingi teman teman dari Bondowoso yang mencari keadilan, mereka diperlakukan diskriminasi oleh tempat mereka bekerja," ujar Novi Cahyo Hariadi ketua PUK FPSMI Jember.

Diskriminasi yang diperlakukan kepada 4 karyawan tersebut, menurut Hariadi (panggilan Novi Cahyo Hariadi) adalah dengan melakukan mutasi ke daerah luar tempat tinggal mereka, sedangkan hak hak mereka tidak dipikirkan oleh perusahaan seperti Kesejahteraan, Keselamatan dan Kesehatan.

"Perusahaan melakukan mutasi tanpa mempertimbangkan Perlindungan kepada karyawannya seperti Kesejahteraan, Keselamatan dan Keamanan, mereka dipindah ke Probolinggo dan Banyuwangi tanpa mempertimbangkan perlindungan, ini jelas melanggar ketentuan UU No 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja," beber Hariadi.

Lebih lanjut Hariadi mengatakan bahwa cara mutasi yang dilakukan perusahaan ini adalah modus untuk membuat karyawan tidak betah yang ujung ujungnya karyawan mengundurkan diri, sehingga pihak perusahaan tidak perlu memecat dan memberikan pesangon.

"Ironisnya mutasi yang dilakukan perusahaan disertai pencemaran nama baik, dimana karyawan tersebut melakukan perbuatan yang merugikan perusaha," sesalnya.

Sri Agustin salah satu karyawan kepada media ini mengatakan, bahwa pihaknya di mutasi ke Probolinggo 5 bulan lalu, namun sampai saat ini masih belum menempati pos barunya tersebut, sebab pihaknya menunggu fasilitas dan hak haknya yang lain diberikan perusahaan.

"Saya di mutasi ke Probolinggo 5 bulan yang lalu, tapi masih belum pindah, karena saya menunggu fasilitas dan hak saya dari perusahaan, selama menunggu saya masih bekerja di outlet yang dekat rumah, sebab saya punya anak kecil, tapi saya hanya membantu di outlet dan tidak boleh yang berhubungan dengan uang," ujar Sri Agustin.

Pihak Disnaker Yasin selaku mediator mengatakan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi antara pekerja dan perusahaan dan mediasi ini sudah kedua kalinya.

"Kami hanya memediasi antar pekerja dan perusahaan, dan hari ini mediasi yang kedua kalinya, namun masih belum ada titik temu, tadi pihak perwakilan perusahaan masih akan melakukan koordinasi dengan pimpinannya," ujar Yasin.

Sementara pihak Indomarco Prismatama yang hadir pada pertemuan tersebut enggan diwawancarai, usai keluar dari ruang mediasi langsung bergegas meninggalkan tempat.

"Maaf mas saya gak bisa menjawab. takut salah saya masih mau menyampaikan pertemuan ini ke atasan kami," ujarnya sambik ngeloyor pergi (*)

Pewarta : Moh. Ali Makrus
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : bayu pradana
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top