Venus Karaoke Ngeyel Ijin Nama Baru, AMTB Ancam Lapor Ombudsman

Venus Karaoke Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Venus Karaoke Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

LAMONGANTIMES, TULUNGAGUNG – Belum terbit ijin baru dari Dinas terkait yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM - PTSP) Kabupaten Tulungagung, karaoke Venus telah memulai memasang nama baru di tempat usahanya. Hal tersebut kontan membuat geram ketua Presidium Aliansi Muslimin Tulungagung Bersatu (AMTB) KH Khamim Badruzzaman. 
"Ijin masih di proses, tapi saya dapat laporan jika Venus telah memulai aktivitas merubah nama Kafe menjadi Maestro, saya dikirimi fotonya," kata Khamim 

Mendapatkan laporan dan informasi tentang hal tersebut, Khamim mengaku langsung menghubungi dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung untuk meminta agar melakukan langkah supaya Venus tidak buka dengan wajah baru. 
"Saya langsung telpon dinas pariwisata, saya sampaikan bahwa usaha itu tidak boleh buka lagi karena bertentangan dengan Peraturan Daerah, khususnya tentang zona lokasi yang dekat dengan intansi pemerintah," jelas Khamim 

Selain itu menurutnya, Venus telah melakukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku sehingga di tutup oleh pemerintah. Untuk itu, AMTB meminta dilakukan pengawasan yang ketat terhadap proses perizinan dan upaya lain yang memungkinkan usaha itu buka kembali. 
"Saya serius, jika masih saja buka maka kami akan laporkan ke Ombudsman di Jakarta, nanti bukan dengan kami tapi dengan Ombudsman langsung urusannya," tegasnya 

Sebelumnya, diketahui manajemen memasukkan ijin baru usaha hiburan kafe dan Karaoke  Venus ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM - PTSP) Kabupaten Tulungagung dengan nama yang beda yakni Maestro kafe dan Karaoke. 
"Untuk Venus masih dalam tahap rapat dengan Tim teknis, kita masih menunggu rekomendasi," kata Kepala Dinas, Santoso 

Menurut Santoso, meski proses ijin telah diterima dan di bahas oleh tim teknis jika rekomendasi nanti merekomedasi buka maka bisa di buka, sebaliknya jika rekomendasi yang diberikan tidak layak buka maka pihaknya tidak akan memberikan izin buka. 
"Kalau Tim teknis merekomendasi masih memungkinkan, tapi sebaliknya kalau tidak merekomendasi tentunya juga gak akan bisa keluar (ijin)," jelas Santoso 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung Heru Santoso mengaku belum mengetahui adanya pergantian nama Venus menjadi Maestro. Bahkan, dalam pembahasan di Tim Teknis, Heru mengaku tidak dilibatkan. 
"Loh, saya belum tau. Kapan di pasang nama baru," tanya Heru 

Dirinya juga merasa tidak di telpon oleh pihak Aliansi Muslimin Tulungagung Bersatu (AMTB) KH. Khamim Badruzzaman tentang protes yang dilakukan ormas tersebut dan mengancam akan membawa ke ombudsman. 
"Tidak, saya juga tidak di telpon hingga sekarang, coba di carikan info tentang Venus. Jika memang kami tidak dilibatkan ya beneran, malah senang kami," papar Heru sambil sedikit bercanda.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : bayu pradana
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top