SKK Migas : Sosialisasi Wajib Dilakukan Sebelum Melakukan Kegiatan Eksplorasi

Anggota Komisi C DPRD Jombang Saat Melakukan Sidak ke Lokasi Pengeboran PT Lapindo Brantas (Foto : Adi Rosul / Jombangtimes)
Anggota Komisi C DPRD Jombang Saat Melakukan Sidak ke Lokasi Pengeboran PT Lapindo Brantas (Foto : Adi Rosul / Jombangtimes)

LAMONGANTIMES, JOMBANG – Belum adanya sosialisi terkait rencana pengeboran gas oleh PT Lapindo Brantas masih menjadi permasalahan dan pembahasan oleh warga Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang sebagai lokasi titik rencana eksplorasi.

Menurut penuturan Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, Didik S Setyadi SH MH saat ditemui wartawan Jombangtimes di acara Diesnatalis GMNI di Kabupaten Bangkalan Madura, Minggu (15/4) mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisi merupakan kegiatan yang harus dilakukan pemerintah sebelum dilakukannya kegiatan eksplorasi. 

"Kegiatan migas ini adalah kegiatan dari pemerintah, Lapindo itu hanyalah kontraktor. Jadi kewajiban pemerintah sebelum melakukan kegiatan itu harus melakukan sosialisasi. Pemerintah itu adalah pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sosialisasi ke masyarakat itu ya gabungan, dari SKK migas sebagai yang mewakili pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kementerian terkait kita ajak semua. Tahapan itu yang harus dilalui di depan," ujar Kepala Divisi Formalitas SKK Migas.

Sementara saat disinggung mengenai proses kegiatan pembebasan lahan untuk kepentingan eksplorasi migas yang dilakukan sebelum adanya sosialisasi ke masyarajat, Didik S Setyadi menjelaskan, bahwa sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah untuk pembangunan dan kepentingan umum, seharusnya dilakukan oleh pemerintah. 

"Dalam sistem UU Nomor 2 Tahun 2012 itu ada namanya konsultasi publik. Jadi harus dilakukan pertemuan, pemilik tanah itu harus tau akan dipergunakan untuk apa, dan pemerintah daerahnya juga harus tau kegiatan ini untuk apa dan akan dilakukan kapan, prinsipnya harus transparan," ujarnya.

Sedangkan pada berita sebelumnya yang dimuat oleh Jombangtimes pada, (10/4) lalu, menyebutkan ada kekecewaan warga setelah menyusul adanya pembebasan lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang diketahui sebagai titik pengeboran oleh pihak PT Lapindo Brantas. Hal itu disampaikan oleh Sugio selaku ketua RT 01 RW 02 Dusun Kedondong, Desa Blimbing.

"Kami kecewa Mas. Belum ada sosialisasi ke warga, kok ini malah dilakukan pembebasan tanpa dirembukkan," ujar Sugio.

Dikonfirmasi terpisah, Suadi selaku perwakilan dari pihak PT Lapindo Brantas mengatakan bahwa sosialisasi akan segera dilakukan pada minggu-minggu ini.

"Insyallah dalam minggu ini kita lakukan sosialisasi," kata Suedi saat dihubungi wartawan Jombangtimes melalui sambungan telepon, Senin (16/4).(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : bayu pradana
Sumber : Jombang TIMES
  • Melihat Batik Khas Desa Tlogo Kabupaten Blitar, Keunikannya Diminati Warga Australia

    Batik merupakan budaya warisan nenek moyang Indonesia. Dan hampir setiap daerah di Indonesia punya batik yang berbeda-beda pola dan motif gambarnya.

  • Pilkada, Azan Pun Jadi Persoalan Bagi Bawaslu

    Ada yang menarik dari paparan yang disampaikan Bawaslu Provinsi Jawa Timur dalam sosialisasi Pengawasan Pemilu Bagi Ormas, LSM dan media. Komisioner Bawaslu, Aang Khunaifi memberikan contoh adanya calon yang melakukan azan dan ditayangkan di sebuah media.

  • Karena Foto, Panwaslu Tulungagung Putuskan Tiga ASN Bersalah, Kadis Tidak

    Tiga ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung dinyatakan bersalah oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tulungagung.Tiga ASN yang terdiri dari dua Camat yaitu Camat Sumbergempol dan Camat Ngunut serta seorang Kepala Bidang (Kabid) di Di

  • Jalur On The Spot Pakusari, Masuk Penilaian OK BOS Dirlantas Polda Jatim

    Jalur tengkorak timur terminal Pakusari tepatnya di depan PTPN Kebun Kertosari Pakusari Jember jadi penilaian kegiatan “Open Karo Black On The Spot” (OK BOS) Daerah rawan kecelakaan lalu lintas (Blakcspot) dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim. Jalur di

  • Coba Gaya Foto OOTD Dengan Bantal

    Tidak bisa dipungkiri, gaya foto di media sosial Instagram jadi bukti eksistensi diri. Banyak cara eksis di media sosial. Salah satunya adalah mengunggah foto OOTD (Outfit of the Day) yang menarik. Buat kamu kawula muda, pasti dong tidak ingin tampil itu-

  • KPU Batu Mudahkan Pemilih Disabilitas

    Komisi Pemilihan Umum Kota Batu memberikan perhatian khusus kepada para disabilitas di Kota Batu untuk pelaksanaan coblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, pada Juni mendatang.

  • Suket Khusus Untuk Nyoblos Pilkada Dicetak Mulai 20 Mei

    Calon pemilih yang belum memiliki KTP elektronik tak perlu khawatir untuk menggunakan hak pilihnya. Karena untuk pilkada 2018, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerbi

  • Tingkatkan Mutu Pendidikan Pemkot Latih 1.343 Kepala PAUD

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Surabaya. Salah satunya dengan menggelar kegiatan workshop kemampuan kepada para guru pendidik PAUD (Pendidikan Anak Usia Di

  • Tekan Angka Kriminalitas, Sita Ratusan Botol Miras

    Sedikitnya, 13 krat miras berbagai ukuran dan merek diamankan petugas saat razia, Senin (23/4) malam kemarin. Selain itu petugas juga mengamankan 4 pemandu lagu yang sedang menemani pengunjung di salah satu tempat karaoke. Petugas juga mengamankan 4 unit

  • Pasangan Calon SAE Pilih Kampanye Senyap

    Pengerahan massa dalam jumlah banyak tidak selalu dilakukan pasangan calon kepala daerah. Seperti halnya yang dilakukan pasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (SAE).

  • Tanah Kavling Warga Dijual Oknum Pensiunan Lurah

    Pensiunan PNS Pemkot Probolinggo, diduga telah menjual tanah milik warga. Tanah kavling berukuran 5 X 22 meter yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo Gang II, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, milik almarhum Ali Sumar orang tua Nur Eva Arimami (

  • Malaikat Maut Kembali Jemput Tiga Pemabuk Di Surabaya

    Korban terus berjatuhan akibat minuman keras (Miras). Sebelumnya tiga warga Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari tewas akibat menenggak miras. Terbaru, dua nyawa melayang diduga kuat karena miras oplosan.

Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top