Dua PNS Pemkab Sidoarjo Nyabu Diamankan Polresta dan Polda

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat menunjukkan 6,2 kilogram sabu
Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat menunjukkan 6,2 kilogram sabu

LAMONGANTIMES, SURABAYAPemerintah Kabupaten Sidoarjo mendapatkan pukulan telak saat ini. Karena dalam kurun waktu satu minggu ini saja dua oknum PNS yang berdinas di Kota Delta ini kedapatan nyabu.

Masing-masing dari mereka bertugas di instansi berbeda dan kasus yang berbeda juga. Yang pertama diamankan dengan inisial DHN, 37. Kemudian yang ke dua dengan inisial MTP, 27.

DHN adalah oknum PNS yang berdinas di Dinas Perhubungan. Dia ditangkap oleh Satreskoba Polresta Sidoarjo. Dari tangannya petugas menemukan barang bukti sabu dengan berat 0,56 gram.

Kemudian MTP alias Tesar adalah PNS yang berdinas di dinas pembangunan umum (PU). Dia dibekuk oleh Ditreskoba Polda Jatim. Dari tangannya disita lima butir pil ekstasi.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan Tesar mendapatkan narkoba dari jaringan Pontianak. "Yang mengambil barang ke Pontianak tersangka asal Sidoarjo," bebernya.

Jaringan ini jelasnya sangat unik dalam bertransaksi. Mereka menggunakan sandi terlebih dahulu. "Mereka akan mengirim pil ekstasi dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Setelah dirasa aman baru sabu dalam jumlah kiloan akan dikirim," bebernya.

Selain mengamankan dua oknum PNS tersebut, polisi juga mengamankan seorang bandar atas nama Budi Hartono, 40. Dari tangannya disita sabu dengan berat 6,2 kilogram atau jika dirinci adalah 6.265 gram.

Budi ini adalah kepanjangan tangan dari seorang bandar dengan inisial DL. Padahal DL saat ini sedang mendekam di penjara.

Budi mengambil sabu tersebut dengan berangkat langsung ke Pontianak. Saat berangkat dia menaiki pesawat. Namun ketika pulang memilih naik kapal air dengan alasan keamanan.

Sabu dalam jumlah kiloan itu dimasukkan ke dalam karton. "Dia kami tangkap ketika sudah sampai di Surabaya. Ketika itu dia berada di terminal Bungurasih," jelas Machfud.

Kini pihak kepolisian masih mengembangkan kasus ini. "Kami masih kembangkan jaringan dua bandar ini. Yang jelas mereka masuk jaringan Internasional," imbuhnya.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : bayu pradana
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top