Bupati Indramayu Lepas Jabatan demi Keluarga, Netizen Justru Pertanyakan Kasus Korupsi Pencucian Uang

Bupati Indramayu Anna Sophanah. (Foto: Facebook)
Bupati Indramayu Anna Sophanah. (Foto: Facebook)

LAMONGANTIMES, MALANG – Bupati Indramayu Anna Sophanah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Kota Mangga itu. Alasan yang muncul di publik adalah terkait keinginan Anna fokus mengurusi keluarga. Namun, netizen (warganet) malah menduga tindakan Anna ada kaitannya dengan kasus dugaan pencucian uang yang diproses oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilansir dari republika.co.id, kabar pengunduran diri tersebut dibenarkan oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Indramayu Azun Mauzun. Dia mengungkapkan bahwa surat pengajuan pengunduran diri Anna Sophanah masuk ke sekretariat dewan para 30 Oktober 2018 lalu. 

Menurut Azun, Anna mengundurkan diri karena alasan keluarga. "Alasannya mengurus orang tua dan suami sehingga takut tidak fokus (dalam menjalankan tugasnya sebagai bupati), takut membuat rakyat telantar," terangnya kepada awak media, Senin (5/11/2018) malam.

Surat pengunduran diri itu secara resmi juga telah diterima oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pada awak media, pria yang akrab disapa Kang Emil itu menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti surat tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Sudah terima (surat pengunduran diri Anna Sophanah), memang namanya orang mengundurkan diri artinya sudah merasa tidak memungkinkan berada di posisi itu, saya kira nanti di-follow up," ujarnya seperti dilansir detik.com, hari ini (6/11/2018). Emil mengungkapkan nantinya surat itu akan diteruskan ke Kemendagri. 

Berdasarkan penelusuran MalangTIMES, Anna menjabat di kursi pimpinan eksekutif itu sejak 2010 silam. Di periode kedua kepemimpinannya ini, Anna yang berpasangan dengan Supendi harusnya menjabat hingga 2021 mendatang. 

Anna juga merupakan istri dari Bupati Indramayu periode sebelumnya, Irianto MS Syaifuddin. Sebelum mencalonkan diri, perempuan kelahiran 23 Oktober 1958 itu juga sempat menjadi anggota DPRD Kabupaten Indramayu.

Nama Anna sempat menjadi sorotan ketika pada 20 September 2016 dipanggil sebagai saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi. Ibu lima anak itu menjalani pemeriksaan selama 9,5 jam oleh tim pennyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. 

Dalam perjalanan kasus itu, ada informasi terkait gratifikasi pemberian mobil mewah yang dilakukan Rohadi pada Bupati Indramayu untuk perizinan Rumah Sakit Reysa di Indramayu. Meski demikian, belum ada tanggapan atas pemeriksaan itu maupun pengunduran diri tersebut dari pihak Anna.

Keputusan melenggang meninggalkan jabatan itu juga dipertanyakan warganet. Misalnya pemilik akun Facebook bernama Umar Alwi Muhammad yang membagikan berita pengunduran diri Anna di laman pribadinya. "Setelah KPK OTT di Cirebon, geger di Indramayu. Bupatinya mengundurkan diri," tulisnya.

Unggahan itu mendapatkan tanggapan dari beberapa warganet. "Nggak papa, mau fokur urus keluarga jee," tulis pemilik akun Tari Ani. "Apan keciduk KPK dadie (jadinya) mundur dipit," tulis akun Cinde Agustina Purih. "Ada yang panik," tambah akun Adi Muhtadi. (*)

 

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top