Agama-Agama Ini Pernah Ada di Dunia, Kini Keberadaannya Punah

Elect sosok mirip biksu yang merupakan penganut agama Manichaenism. (repro Daftra5)
Elect sosok mirip biksu yang merupakan penganut agama Manichaenism. (repro Daftra5)

LAMONGANTIMES, MALANG – Sejak dahulu, beragam agama atau kepercayaan  telah ada dan berkembang. Namun, dalam perkembangannya, beberapa di antaranya mengalami  kepunahan.

Penyebab kepunahan tentu beragam hal. Baik penolakan dari manusia sendiri atau memang agama atau kepercayaan tersebut dianggap menyimpang dari kearifan lokal yang ada.  Juga ada yang ditengarai karena bencana alam.

Selain itu, perkembangan zaman menuju modernisasi, tampaknya, berpengaruh terhadap  kepunahan beberapa agama yang pernah ada di dunia. Hal ini juga cocok dengan teori evolusi menyangkut seleksi alam dalam kehidupan temuan Charles Darwin. Yakni, yang kuat akan eksis dan yang lemah akan mati.

MalangTIMES mencatat ada lima agama atau kepercayaan yang pernah ada  di dunia dan kini mengalami kepunahan. Apa saja?

1. Manichaeisme

 

Agama Manichaeisme didirikan pada abad ketiga Masehi oleh seorang pria bernama Mani yang berasal dari Persia. Dalam perjalanannya, Manichaeisme dianggap sebagai sekte sesat dari agama Kristen, tetapi diakui sebagai agama tersendiri.

Pendirinya mengaku bahwa dia menyatukan beberapa agama seperti Buddha, Kristen, dan Zoroastrianisme. Ajarannya membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Agama itu sendiri dikenal karena memiliki ajaran sebagai agama keselamatan.

Penganut atau umat tertinggi dari agama Manichaenism dikenal sebagai elect. Elect sendiri berperawakan mirip dengan biksu Buddha yang dituntut untuk menjadi nomadik alias pengembala.

Para pengikutnya kemudian mencoba menyebarkan ajara Mani di seluruh dunia. Sampai akhirnya, agama atau kepercayaan ini kehilangan popularitasnya di abad pertengahan. Penyebabnya adalah kesengsaraan atau penderitaan yang dialami para pengikutnya yang berada pada pemerintahan Tiongkok, Romawi, dan gereja Katolik.

Mitos terbesar dari Manichaeisme adalah dalam hal penciptaan dunia. Di situ digambarkan adanya pertempuran antara dunia cahaya dan dunia kegelapan. Adam dan Hawa dikatakan merupakan ciptaan  makhluk jahat. Sementara Yesus diciptakan oleh mahluk yang baik dalam rangka menciptakan spiritualitas yang baik bagi manusia.

2. Tengriism 

 

Dalam perkembangannya, Tengriism diyakini merupakan agama tertua di dunia dan berasal dari zaman perunggu antara tahun 3600 dan 1200 sebelum Masehi. Agama ini,  kabarnya, dikenbangkan oleh orang-orang dari Pegunungan Althei dari Timur Tengah.

Agama ini merupakan agama monotheis dengan elemen pemujaan terhadap leluhur. Dan uniknya, agama ini tidak memilki kitab suci sama sekali seperti agama-agama lain. Pengetahun dari agama ini dibangun dari pengetahuan kolektif para pengikutnya.

Tapi juga diyakini bangsa Hun dari Kaukasus Utara mungkin sudah menyembah dewa bernama Tengri dengan cara memberikan persembahan korban kuda. Sementara itu, hari besar untuk agama ini dinamakan Tengrrianapipani yang  jatuh pada 23 Desember.

Tradisi agama ini sempat dimulai pada abad kelima Masehi. Tradisi tersebut dimulai dengan membawa pulang pohon yule dan didekorasi. Jatuhnya agama ini dimulai dari keemasan era Mongol.

 Meskipun begitu, teknik politik dari agama ini masih ada yang diterapkan di  negara Kyrgyzstan dan sempat dicoba untuk dijadiakan agama resmi.

3. Ashurism 

 

Ashurism merupakan kultur nasional dari rakyat Ashur. Didirikan pada abad 18 sebelum Masehi dan berlangsung sebelum abad kelima sebelum Masehi. Agama ini hampir identik dengan agama Babilonial kuno. Tetapi, terdapat perbedaan utama, yakni lebih memilih menghormati Dewa Ashur daripada menghormati Dewa Ardhuk sebagai dewa tertinggi.

Ashurism adalah agama politeistik atau agama yang punya ratusan dewa mayor atau dewa penting, termasuk Istar dan Ardhuk. Karena mirip dengan agama Babilonia, maka dalam perjalanannya, agama ini memiliki kisah yang sama seperti agama Yahudi dan Kristen.

Ashurism memiliki juga dewi hybrid yang merupakan dua unsur, yakni manusia dan iblis. Agama ini juga memiliki tahun baru yang memang sangat dihormati dan berlangsung selama 11 hari. Dan agama ini pun harus punah setelah negara Ashur dihancurkan.

4. Vedism 

 

Agama kuno Indo Arya ini populer sekitar tahun 1500 sebelum Masehi atau 500 sebelum Masehi. Ajaran agama ini kemudian dianggap sebagai perwujudan dari agama Hindu modern. Keduanya memiliki ayat-ayat kitab suci yang sama seperti dalam Weda.

Tetapi terdapat satu perbedaan antara keduanya. Yakni terdapat Saptapata Bhrahmana Vedisme sekitar tahun 700 sebelum Masehi. Agama ini merupakan agama politeistik yang berhubungan dengan alam.

 Dalam keyakinan agama ini, terdapat dua kategori dewa. Yakni Deva, sang dewa alam, dan Ashura yang merupakam dewa moral.

Peran pemimpin atau imam dalam agama ini cukup sentral dalam berbagai upacara. Menurut salah satu peneliti bernama Antonio, agama Hindu kuno mungkun muncul dari imigran Indo Eropa di kawasan Zarashan yang sekarang bernama Uzbekiztan dan Persia yang kini bernama Iran.

5. Olmec 

 

Olmec adalah agama populer pada peradaban Mesua Amerika pertama yang berlangsung sekitar tahun 1200 sebelum Masehi dan sampai kehancuran mereka sekitar tahun 500 sebelum Masehi. Terkait kehancuran agama ini sendiri, sampai saat ini belum ditemukan alasan atau penyebab pastinya.

Namun diduga, kehancuran agama Olmec akibat aktivitas vulkanik. Agama ini hancur akibat bencana alam sangat memungkinkan. Namun ketika diteliti, karena tidak tersapat peninggalan dari agama ini, para arkeolog sempat membandingkan dengan peninggalan agama Maya dan Astek untuk mencari kesamaan agama ini terkait eratnya dengan perdukunan.

Dewa yang paling populer untuk agama Olmec adalah Dewa Jaguar yang nerupakan dewa hujan dan dewa kesuburuan. Berbagai pengorbanan seperti darah dan batu giok diberikan  untuk Dewa Olmec. Sementara itu, saat ini arkeolog telah berhasik mengidentifikasi 10 dewa dari banyak dewa di agama Olmec. (*)

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top