Sabda Rasul Terkait Hari Kiamat Sudah Muncul di Arab, Ada Peran Tokoh Indonesia?

Screenshot Video (youtube)
Screenshot Video (youtube)

LAMONGANTIMES, MALANG – Hari kiamat merupakan rahasia besar Allah SAW yang tak diketahui oleh siapa pun. Ketika Allah SWT menghendaki, maka terjadilah kiamat atau akhir zaman.

Meski begitu, tampaknya tanda-tanda kiamat sudah dekat jauh sebelumnya telah disampaikan. Baik melalui ayat-ayat suci Alquran maupun hadis Rasulullah yang diriwayatkan para sahabat.

Dilansir dari channel youtube Eksplorasi Dunia, Rasulullah dalam salah satu sabdanya pernah menjawab pertanyaan sahabat tentang kapan akhir zaman atau kiamat terjadi. Dalam riwayat itu, Nabi Muhammad SAW menjawab bahwa kiamat adalah rahasia Allah SWT. Namun dalam hadis itu, Nabi Muhammad SAW menjelaskan tanda-tanda kiamat sudah dekat. Berikut penjelasan Nabi Muhammad SAW.

"Kiamat tidak akan terjadi hingga wilayah Arab kembali menjadi wilayah yang subur,  banyak padang hijau dan sungai-sungai. Hingga orang yang melakukan safar antara Iran dan Makkah tidak ada yang ditakuti selain kegelapan di jalan. Dan tidak muncul kiamat sampai terjadi banyak pembunuhan (HR Ahmad 8833 dan disahihkan Syuaib Al-Arnauth)".

Sementara itu, sejak 2009, Jazirah Arab yang dulunya dikenal kering dengan cuaca ekstremnya mulai dituruni salju. Beberapa negara yang dituruni salju antara lain Arab Saudi, Palestina, dan Suriah.

Turunnya salju di beberapa kawasan di Jazirah Arab  itu membuat para pakar di Arab Saudi melakukan penelitian dengan melibatkan ahli dari mancanegara. Salah satu yang terlibat adalah Profesor Alfred Kroner.  

Profesor Kroner menjelaskan, dahulu selama era salju, Kutub Utara perlahan bergerak ke arah selatan sehingga relatif berdekatan dengan Semenanjung Arab.  Pada saat itu nanti, iklim daratan Arab berubah menjadi salah satu daerah yang subur dan hijau di muka bumi.

Lantas, menjawab sabda Rasulullah yang mengatakan  daratan Arab akan menjadi subur dan dipenuhi ladang dan sungai, Profesor Kroner dengan tegas menyampaikan jika itu akan terjadi. Sebab, saat ini, proses era salju baru telah dimulai.

Saat ini, salju di Kutub Utara tengah merangkak bergeser ke arah selatan mendekati Semenanjung Arab. Hal itu dapat dilihat melalui badai salju yang terjadi di bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba.

Sebelumnya, Jazirah Arab memang memiliki beberapa kawasan hijau yang ada sejak dulu. Wilayah pegunungan hijau itu bahkan menjadi destinasi wisata yang sangat digemari wisatawan.

Selain itu, Padang Arafah yang dulunya dikenal sangat tandus juga juga mulai menghijau. Hal itu dikatakan tidak lepas dari peran Presiden pertama Indonesia Soekarno yang pernah mengusulkan penghijauan di Padang Arafah karena sangat panas saat itu.

Ide penghijauan ini muncul saat Soekarno melakukan ibadah haji tahun 1955. Gagasan itu disampaikan Soekarno kepada pemimpin Arab Saudi saat itu, yaitu Raja Fath Bin Abdul Aziz. Ide itu ditindaklanjuti dan Bung Karno membuat sebuah tim untuk mencari pohon yang cocok ditanam di Padang Arafah.

Akhirnya diputuskan untuk menanam bibit lohon mindi. Sebab, pohon tersebut mampu bertahan dengan cuaca di Arab Saudi. Selain mengirimkan beribu bibit pohon mindi, Soekarno juga mengirim ahli tanaman dari Indonesia. Akhirnya, tanpa seluas 1.200 hektare di Padang Arafah pun ditanami pohon mindi.

Bahkan, orang kini mengenal pohon mindi sebagai pohon Soekarno. Secara perlahan tapi pasti, Padang Arafah saat ini sudah mulai hijau.

Di dalam Alquran juga telah dikatakan jika tanda kiamat sudah dekat adalah saat Jazirah Arab menjadi hijau kembali. Namun yang perlu digaris bawahi, wilayah Jazirah Arab bukan hanya Arab Saudi. Secara politik, Jazirah Arab juga meliputi Kuwait, Palestina,  Yaman, Suriah, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, hingga Irak.

Para pakar sebelumnya juga sudah mengingatkan bahwa 15 tahun ke depan bumi akan mengalami fase es mini. Saat itu  suhu bumi akan mulai menurun sejak 2021. Fenomena alam ini sebelumnya pernah terjadi pada 1646 sampai 1715.

Penelitian yang dipimpin pakar matematika Valentina Zharkova menyampaikan, pada 2020 hingga 2030 siklus matahari akan saling membatalkan. Kemudian pada 2030 hingga 2040 kedua gelombang tidak akan selaras dan menyebabkan penurunan aktivitas matahari secara signifikan.

Aktivitas matahari ini dikatakan menurun sebanyak 60 persen pada 2030 dan akan terus menurun di tahun-tahun berikutnya. Artinya, belahan yang dulunya tak mengenal musim salju akan diselimuti  salju.

Sementara itu, Rasulullah bersabda: "Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu (Kakbah). Mereka semua adalah para khalifah, tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian terbit panji-panji hitam dari sebelah timur. Lantas mereka memerangi kamu dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami kaum sebelummu. Maka jika kamu melihatnya berbaiatlah, walau hanya merangkak di atas salju. Karena dia adalah khalifah Allah, Al-Mahdi".

Dari sabda Rasulullah tersebut, kemungkinan  terjadinya perang dan turunnya Al-Mahdi adalah ketika turunnya salju. Lantas apakah akan terjadi saat era es mini atau yang lain, kita semua tidak dapat mengetahuinya. Hanya Allah SWT yang maha mengetahui semuanya. 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top