Seluruh Kelurahan di Probolinggo Dipastikan Dapat Kucuran Dana Rp 350 Juta dari Pemerintah Pusat

Camat Kedopok Imam Cahyadi saat menenyakan juklak dan juknis dana kelurahan pada rakor dengan komisi 1 (Agus Salam/Jatim TIMES)
Camat Kedopok Imam Cahyadi saat menenyakan juklak dan juknis dana kelurahan pada rakor dengan komisi 1 (Agus Salam/Jatim TIMES)

LAMONGANTIMES, PROBOLINGGO – Tahun ini, seluruh kelurahan se Kota Probolinggo, menerima dana sebesar Rp 350 juta dari pemerintah pusat. 

Namun, hingga kini petunjuk tekhnis (Juknis) dan Peyunjuk Pelaksanaan (Juklak) nya belum diterima. 

Karenanya, pihak lurah, belum mengutak-atik dana tersebut.

Hal itu diungkap Camat Kedopok Imam Cahyadi, saat Rapat kordinasi (Rakor) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja komisi 1 DPRD, Rabu (9/1) pukul 10.00 di ruang utama gedung DPDRD. 

Rapat tersebut dalam rangka persiapan pelaksanaan Rapat kerja Komisi 1 dengan OPD, terkait pelaksanaan APBD 2019 triwulan 1 (Pertama)

Camat Kedopok wadul ke komisi 1, namun tidak ditanggapi. Alasannya, komisi tidak mengetahui persoalan tersebut. 

Hanya saja ketua komisi 1 Abdul Azis mengatakan, informasi tersebut sebagai masukan. 

“Itu kan dana Alokasi Khusu (DAK). Tunggu saja, juklak dan juknisnya dari pemerintah pusat,” katanya singkat.

Usai rakor, camat yang biasa dipanggil Imam membenarkan, kalau setiap kelurahan mendapat dana Rp 350 juta. 

Menurutnya, dana tersebut belum ditarik oleh kelurahan, lantaran belum ada juklak dan juknisnya. 

“Ya, iyalah. Dana itu belum diapa-apakan. Mau ditarik, kita tidak tahu untuk apa,” ujar Imam, tanhpa menyebut ada dimana dana tersebut.

Dana yang dimaksud, lanjutnya akan dicairkan jika juklak dan juknis dari pemerintah pusat, sudah datang. 

Sebelum ada juklak dan juknisnya, pihaknya dan pihak kelurahan, tidak bias menggunakan dana tersebut. 

“Percuma kan dicairkan, kalau belum jelas untuk apa. Pasti kita yang salah, kalau tidak mengikuti juklak dan juknisnya,” tandasnya.

Terpisah, Faruk lurah Ketapang, Kecamatan Kademangan mengaku mendengar kalau setiap kelurahan mendapat dana. 

Hanya saja, ia belum mengetahui apakah dana yang dimaksud sudah ada atau tidak. Bahkan besarannyapun, Faruk belum mengetahui. 

“Ya, memang saya mendengar. Tapi saya tidak tajhu dana apa dan apakah sudah bias dicairkan,” tandasnya.

Saat ditanya juklak dan juknisnya, Faruk mengaku tidak tahu. Apakah sudah ada di pemkot atau di kecamatan. 

Yang jelas, pihaknya belum menerima juklak dan juknisnya. Krena itu, ia akan segera berkoordinasi dengan pemerintahan di atasnya. 

Belum, kami belum menerima. Ya harus ada juklak dan juknisnya. Tanpa itu, kami tidak berani menerima dana tersebut,” pungkasnya.

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top