Polemik Besaran Zakat 3 Kilogram Direspons Ulama Tulungagung

KH Khamim Badruzzaman tokoh AMTB Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
KH Khamim Badruzzaman tokoh AMTB Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

LAMONGANTIMES, TULUNGAGUNG – Meski kader Komisariat PMII STAI Diponegoro Tulungagung, Muhammad Amran Faizin telah meminta maaf atas protes terkait besaran Zakat yang disampaikan Baznas ke instansi pendidikan di Kabupaten Tulungagung, tokoh Aliansi Muslimin Tulungagung Bersatu (AMTB) KH Badruzzaman memberikan dukungan. Menurut Khamim, sikap Amran perlu diapresiasi dari semua pihak termasuk Baznas lantaran menurutnya sejak kecil hingga malang melintang di kepengurusan PCNU, zakat fitrah itu 2,5 kilogram bukan 3 kilogram.

"Sikap anak PMII dari STAI Diponegoro ini perlu mendapat respons dari BAZ, kalau memang sejak saya kecil zakat fitrah dulu 2,5 kilogram beras kwalitasnya setara yang biasa kita konsumsi tiap hari," kata Khamim yang juga merupakan salah satu ulama yang terkenal di kota marmer Jumat (17/05) siang kepada tulungagungtimes.com.

Menurutnya, jika hukum zakat sudah benar dan sudah berlaku sejak zaman dahulu kenapa sekarang menjadi 3 kilogram dan tidak dijelaskan alasannya dalam selebaran yang dibagikan. "Kalau hukum itu sudah benar mestinya bunyinya bagi orang yang mau fitrah cukup 2,5 kilogram, kalau ingin menambah itu sebagai sodaqoh sunat," jelasnya.

Menurutnya  sangat tidak tepat jika tidak ada penjelasan yang melatarbelakangi besaran Zakat dari 2,5 kilogram menjadi 3 kilogram lantaran sebagai Muzakki sejak dulu yang dipahami membayar zakat itu 2,5 kilogram. "Sebab kalau wajibnya (sekarang) 3 kilogram terus fitrah saya dulu kan kurang? terus gimana, sah apa tidak?," tanya Khamim.

Sebelumnya, Kader Aktivis pergerakan sekaligus ketua umum PMII Komisariat STAI Diponegoro masa khidmad 2017-2018, Mohammad Amran Faizin menyoroti adanya selebaran di masyarakat tentang adanya zakat fitrah sebesar 3 kilogram. Selebaran itu menurutnya telah banyak diterima oleh wali murid yang bernaung di bawah dinas pendidikan kabupaten Tulungagung.

"Zakat fitrah sebesar 3 kilogram dari makanan pokok kita yaitu beras. Kami menilai bahwasanya ini membuat kerancuan pada masyarakat dan umat Islam pada umumnya, dikarenakan adanya peraturan baru tentang adanya zakat fitrah 3 kilogram ini," kata Amran Jumat (17/05) pagi

Dirinya lantas mempertanyakan, atas dasar apa zakat fitrah menjadi 3 kilogram. "Apa penyebab zakat fitrah menjadi 3 kilogram, Bagaimana hukumnya bila zakat fitrah 2,5 kilogram?," kata Amran dengan nada tanya

Lantaran sudah dianggap menjadi perhatian masyarakat, pihaknya akan terus menelusuri apa penyebab zakat fitrah menjadi 3 kilogram. "Kami mempunyai sandaran dalam masalah syariat tentang zakat fitrah. Kami bersandar pada kitab-kitab ulama Salafunassolih, salah satunya kami menuqil dalam kitab Syarah  Fathul Qorib yang disitu dijelaskan bahwasanya kewajiban zakat fitrah itu 6 mud dari makanan pokok penduduk negeri tersebut," ungkap Amran.

Yang dimaksud dengan 6 mud menurut Amran itu sama dengan 2,4 kilogram, dengan mengkhawatirkan akan kurangnya bila tidak sesuai dengan 2,4 kilogram, maka ulama membulatkannya jadi 2,5 kilogram. "Selebihnya adalah dianggap sodaqoh. Lantas apa penyebab zakat fitrah menjadi 3 kilogram? Kami akan terus selidiki," tegasnya.

Lantas bagaimana hukumnya zakat fitrah dengan 2,5 kilogram padahal harusnya hanya 6 mud atau 2,4 kilogram. Amran mengatakan jika zakat fitrah 2,5 kilogram hukumnya tetap sah dengan dasar sebuah dalil yang menjadi ijma' ulama' yang tertera dalam kitab Fathul Qorib tersebut. "(Dengan adanya masalah ini) kami akan terus menghimbau agar zakat fitrah tetap 2,5 kilogram dan terus berpegang teguh pada ulama' Salafunassholih," tegasnya.

Pernyataan tersebut sudah ditarik dan Amran meminta maaf setelah kepala Baznas Kabupaten Tulungagung Muhammad Fathurrouf menyampaikan tidak berkomentar sebelum bertemu dengan PMII. "Saya no coment sebelum ketemu PMII," kata Rouf saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp.

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top