PMII Jombang Ajak Masyarakat Jombang Jaga Keutuhan NKRI Pasca Aksi 22 Mei

Sejumlah aktivis PMII Jombang saat menggelar aksi di simpang empat Kebonrojo. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Sejumlah aktivis PMII Jombang saat menggelar aksi di simpang empat Kebonrojo. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

LAMONGANTIMES, JOMBANG – Aksi 22 Mei di Jakarta yang berujung ricuh mendapat respons dari kalangan aktivis mahasiswa di Jombang. Puluhan aktivis dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang mengajak masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI.

Ajakan menjaga keutuhan NKRI pasca aksi 22 Mei ini disampaikan di hadapan publik dengan menggelar aksi damai di simpang empat Kebonrojo, Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Jombang, Sabtu (25/5) sore tadi.

Ada enam pernyataan sikap yang disampaikan dalam aksi tersebut, beberapa di antaranya yakni mengajak semua elemen masyarakat Jombang untuk menjaga keutuhan NKRI. Menolak semua aksi inkonstitusional dengan aksi rusuh yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Ketua PC PMII Jombang M Irham Thamrin mengatakan, aksi damai yang dilakukannya ini bertujuan untuk meredam suasana pasca aksi 22 Mei yang berakhir rusuh di sekitar kantor Bawaslu RI di Jakarta beberapa hari yang lalu. "Aksi yang kita redam hari ini pasca aksi 22 mei ini. Karena aksi 22 mei kemarin sudah sangat begitu mengkhawatirkan bagi keutuhan NKRI," tegasnya saat diwawancarai di tengah-tengah aksinya.

Pada aksinya tersebut, PMII Jombang juga membagikan salinan pernyataan sikap kepada para pengguna jalan, sebagai upaya mengajak masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI. 

Sementara, Irham juga menilai bahwa aksi 22 Mei tersebut diyakini ada 'penumpang' atau penyusup sehingga menimbulkan kerusuhan antara massa aksi dan petugas keamanan. 

"Awalnya kita melihat aksi kemarin itu aksi damai, ternyata banyak penyusup. Bahkan ditemukan ambulans partai yang membawa batu, yang mana digunakan untuk skenario sebuah kerusuhan," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Irham, pihak PMII Jombang mengecam keras adanya penyusup yang menimbulkan kerusuhan pada aksi 22 mei tersebut. "PMII mengecam penumpang gelap yang menyusup pada aksi itu. Kami juga mendorong agar kasus ini diusut tuntas," pungkasnya.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top