Antisipasi Kerusuhan Video Conference Sidang Perselisihan Hasil Pemilu di UB, 100 Aparat TNI dan Polri Dikerahkan

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

LAMONGANTIMES, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) menjadi salah satu tempat persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) jarak jauh melalui video conference. Tepatnya di lantai 6 Gedung A Fakultas Hukum (FH) UB. Sidang perdana ini dimulai pukul 09.00, Jumat (14/6).

Untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan, sejumlah 100 aparat keamanan gabungan TNI dan Polri dikerahkan di sekitar lokasi.

"Kami menurunkan personel sekitar 100, gabungan antara TNI dengan Polri. Tentunya pengamanan ini ditujukan untuk mengantisipasi," ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri saat ditemui di FH UB.

Namun, penambahan personel juga memungkinkan terjadi. Pihaknya akan melihat perkembangan situasi dalam pelaksanaannya nanti.

"Senin kan mulai pemeriksaan saksi. Kita lihat kalau memang butuh penebalan maka ditambahkan (personel)," imbuhnya.

Kendati demikian, situasi sidang pertama di FH UB ini berjalan dengan lancar.

"Ada 100 orang personel yang diturunkan dan itu merupakan protap mereka (Polres) meski kita tidak melihat ada tanda-tanda kerusuhan atau apa. Semuanya damai. Tapi mungkin itu adalah protap dari kepolisian yang memang harus antisipasi jangan sampai terjadi sesuatu di hari ini," jelas Dekan Fakultas Hukum UB, Dr Muchamad Ali Safa'at SH MH.

Ali Safa'at menambahkan, video conference ini sebetulnya merupakan kerja sama yang sudah lama dilakukan UB dengan MK untuk kegiatan ilmiah maupun persidangan jarak jauh.

Dan khusus untuk kepentingan persidangan ini, pihaknya sudah mensterilkan ruangan berkapasitas sekitar 300 orang ini mulai hari ini hingga minggu depan.

"Jadi tidak ada kegiatan lain (selain untuk persidangan)," imbuhnya.

Ali Safa'at menambahkan, fasilitas video conference ini terbuka untuk masyarakat yang berkeinginan untuk mengikuti persidangan. Maka dari itulah aparat keamanan akan terus siaga hingga pengumuman hasil tanggal 28 Juni nanti.

"Bercermin dari 5 tahun yang lalu kan juga banyak yang mau melihat secara langsung," tukasnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top