Mahsiswa UB ini Tawarkan Pahitnya Kopi Manisnya Buah dalam Satu Gelas Kehangata

Tim Bataco saat membuat minuman kopi. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Tim Bataco saat membuat minuman kopi. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

LAMONGANTIMES, MALANG – Saat ini, tren minum kopi semakin berkembang. Candu dari minuman berkafein tersebut terus merebak hingga ke semua kalangan. Minum kopi bukan lagi menjadi sekadar secangkir asupan untuk menambah semangat, tapi telah menjadi gaya hidup.

Jauh sebelum kepopulerannya meroket tinggi seperti sekarang ini, budaya minum kopi sudah jadi bagian dari masyarakat Indonesia. Kopi sendiri merupakan komoditas yang paling diminati di seluruh dunia.

Budaya minum kopi sangat beragam sesuai dengan peminat di negaranya masing-masing. Ada yang suka kopi dengan rasa pahit, asam, maupun kopi dengan rasa manis. Di Indonesia, kopi sudah menjadi teman nongkrong di kalangan masyarakat Indonesia.

Namun, budaya minum kopi yang terus meningkat ini akan berdampak terhadap kesehatan pada tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan kafein dalam kopi berdampak buruk pada kesehatan jika tidak di lnmmm mmbarengin dengan pola hidup sehat.

Selain itu, peningkatan budaya minum kopi ini diiringi dengan angka yang rendah dalam mengkonsumsi buah-buahan untuk pemenuhan gizi mikro dalam tubuh.

Menyiasati hal ini, Tim BATACO Indonesia menawarkan inovasi produk kopi dengan ekstraksi buah tropis Indonesia (Manggis, Nanas, Pisang, dan Sirsak). Ekstrak buah ini dipadukan dengan Kopi Arabica.

Tim BATACO Indonesia terdiri atas sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya, antara lain Yusril Fatahilmi (TE’16), Elok Paikoh (Agr’15), Novita Kartika Kusuma Wardani (Agr’16), Fajar Noor Alamsyah N. (Agr’16 dan Muhamad Ibnu Fajar (TE’17).

"Bataco adalah produk inovasi kopi yang kita kombinasikan dari ekstraksi dan fermentasi buah-buahan. Bataco adalah kopi arabika kita campur dengan buah-buahan," jelas Yusril selaku ketua tim saat ditemui di Gedung Dekanat Fakultas Teknik UB, Selasa (18/6).

Ekstrasi kopi Bataco sendiri menghasilkan 4 rasa, yakni blueberry, strawberry, alpukat, dan pisang. Sedangkan untuk fermentasi, ada rasa pisang, sirsak, manggis, dan nanas.

"Jadi mengonsumsi kopi tapi bersama dengan buah. Karena kan orang sering minum kopi sampai begadang. Kita juga melihat di masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi buah itu sangat rendah. Akhirnya kita mencoba agar budaya minum kopi itu bisa kita tambah manfaat dari buah," bebernya.

Tentunya, inovasi ini memberikan solusi untuk penggemar kopi dalam pemenuhan gizi mikro dalam tubuh. Produk ini juga dapat mencegah blood hardening (pengerasan pembuluh darah) yang mengakibatkan stroke, mencegah serangan jantung akibat efek kafein yang berdampak menghasilkan kontraksi yang kuat pada jantung, dan mampu meningkatkan kinerja otak dalam meningkatkan daya ingat.

Dengan temuan ini Tim Bataco Indonesia UB berhasil membawa pulang Medali Emas di  International Invention and Innovative Competition (InIIC) 2019 Malaysia. Tim gabungan Teknik Elektro (TE) dan Agribisnis (Agr) UB ini mampu bersaing dengan lebih dari 100 inovasi lainnya di Hotel Malacca, Malaysia berkat bimbingan Eka Maulana, ST, MT, MEng.

Ditanya mengenai rencana kedepan untuk pengembangan BATACO Indonesia, Yusril Fatahilmi menyampaikan harapannya untuk mengembangkan penelitian ini.

“Kami mampu menjadikan produk ini sebagai produk baru unggulan Indonesia yang dicintai oleh masyarakat. BATACO Indonesia juga mampu menjadi solusi pemenuhan gizi mikro pada masyarakat tanpa menghilangkan budaya yang sudah ada,” ungkapnya.

Dikatakan Yusril, ke depan, produk ini akan disajikan secara kekinian dengan penambahan variasi kopi susu dan pendirian kedai.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top