Kaya Akan Kuliner Menarik, Enterprenuer di Kota Malang Dibekali Managemen Bisnis

Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat Calon Wirausaha Baru Melalui Pelatihan Olahan Makanan (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat Calon Wirausaha Baru Melalui Pelatihan Olahan Makanan (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

LAMONGANTIMES, MALANG – Kaya akan kuliner menarik, enterpreneur di Kota Malang dibekali managemen bisnis. Melalui pembekalan terkait tata cara berbisnis dan upaya meraih pasar serta memperoleh bisnis itu, sederet produk olahan yang sudah ada dan sedang dikembangkan optimis mampu bersaing di pasaran.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang, Tri Widyani Pangestuti menjelaskan, beberapa pelatihan diberikan kepada para pengusaha yang mulai merintis usahanya. Salah satunya adalah dalam bidang kuliner. Karena dikenal sebagai kota wisata, tentu ada begitu banyak produk olahan yang unik untuk bisa ditawarkan kepada wisatawan maupun di pasaran.

"Kita juga sudah menjadi kota kreatif, dan ada begitu banyak kuliner yang menarik untuk dikembangkan," katanya pada wartawan di sela kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat Calon Wirausaha Baru Melalui Pelatihan Olahan Makanan, Senin (24/6/2019).

Perempuan berhijab itu lebih jauh menyampaikan, dalam berbagai pelatihan yang diberikan, peserta tidak hanya dibekali dengan keterampilan saja. Melainkan juga dibekali untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dari masing-masing pengusaha. Para peserta yang disasar adalah mereka yang belum pernah mendapatkan pelatihan sama sekali.

Bukan hanya sektor kuliner, dia juga menjelaskan jika berbagai usaha dalam bidang ekonomi kreatif terus menjadi sasaran dan perhatian utama. Melalui kolaborasi yang apik antar sektor usaha kreatif, dia juga optimis pertumbuhan ekonomi di Kota Malang akan semakin mapan.

"Jumlah pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang dengan skala UMKM ada banyak, dan yang menjadi binaan kami baru ribuan saja," jelasnya.

Bukan hanya melatih orangnya saja, lanjut Yani, permodalan yang menjadi masalah klasik sebuah usaha menurutnya juga mendapat perhatian khusus. Pelatihan permodalan dilakukan untuk memberi angin segar bagi para pengusaha, utamanya mereka yang baru memulai usaha.

"Targetnya nanti para pelaku usaha mandiri dan bisa memulai usaha serta mampu bersaing," pungkasnya.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top