Pemerintah Pusat Kurangi Jatah Bantuan Pangan Non Tunai, Penerima di Kota Blitar Turun

Ilustrasi.(Foto : google images)
Ilustrasi.(Foto : google images)

LAMONGANTIMES, BLITAR – Jumlah Penerimaan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Kota Blitar pada tahun ini menurun. Penurunannya tidak banyak. Pada 2018 lalu mendapat kuota 5.011 orang. Ada pengurangan enam orang penerimaan bantuan dari pemerintah pusat itu.

“Kami tidak mengetahui alasan pengurangannya. Sebab, BPNT tidak ditentukan pemerintah pusat,” kata Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Blitar, Jito Baskoro.

Dia mengatakan, penerima BPNT ini ditentukan melalui Pusat Data dan informasi (Pusdatim) Kementerian Sosial. BPNT ada dua program. Yakni program keluarga harapan (PKH) dan non-PKH atau BPNT. “Pada 2018, jumlah penerima BPNT mencapai 5.011 orang,” imbuhnya.

Sejumlah itu terdiri dari penerima PKH sebanyak 3.498 keluarga penerima manfaat (KPM). Sedangkan, penerimaan bantuan non-PKH mencapai 1.513 KPM.

Sementara, tahun ini jumlah penerima PKH 3.163 KPM dan non-PKH sebanyak 1.842 KPM. Pencarian BPNT dilakukan setiap bulan per tanggal 25. Khusus untuk program BPNT, penerima bisa langsung menukarkannya melalui e-warung yang sudah ditunjuk oleh Pemkot Blitar. “Ada sembilan e-warung. Setiap kecamatan terdapat tiga warung,” ujarnya.

Setiap kali pencairan, KPM akan mendapatkan uang senilai 110 ribu per KPM. Uang itu hanya boleh ditukarkan dengan beras dan telur. Jika di luar itu, maka tidak bisa dilayani.

Program BPNT ini dinilai bermanfaat bagi masyarakat. Itu dilakukan untuk membantu meringankan beban warga miskin. Sasarannya mulai warga kurang mampu, lansia, hingga pelajar.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top