Jelang Pilkades, 2 Desa Terkategori Sangat Rawan, Anggaran Habiskan Rp 13,4 Miliar

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (satu dari kiri) dan Plt Bupati Malang Sanusi  saat meninjau TPS di Pilkades terdahulu (dok MalangTIMES)
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (satu dari kiri) dan Plt Bupati Malang Sanusi saat meninjau TPS di Pilkades terdahulu (dok MalangTIMES)

LAMONGANTIMES, MALANG – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang III di Kabupaten Malang, tinggal hitungan hari. Berbagai kesibukan banyak pihak terkait pun, misalnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang maupun pihak kepolisian terus berjalan.

Salah satu persiapan yang dilakukan menghadapi Pilkades gelombang III adalah pemetaan wilayah yang akan menggelar perhelatan demokrasi tingkat desa, yaitu sejumlah 269 desa, pada tanggal 30 Juni 2019 mendatang.

Dimana, dari 3 kategori wilayah yang dipetakan, yaitu aman, rawan dan sangat rawan. Dihasilkan, 2 desa terkategori sangat rawan, 13 rawan dan sisanya masuk dalam kategori aman.

Hal ini dipertegas dengan pernyataan dari Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, yang mengatakan pihaknya akan memberikan perhatian khusus dengan menerjunkan personimel dengan jumlah berbeda dibandingkan di desa lainnya.

"Dari total desa yang menggelar Pilkades memang kita petakan ada dua desa yang sangat rawan. Yaitu di wilayah Sumbermanjing Wetan dan Dampit. Kita rencanakan menerjunkan 10 personel di masing-masing wilayah itu," kata Ujung yang juga mengatakan, pihaknya berencana  akan bekerja mulai H-1 sampai H+1 pelaksanaan.

Total pengawalan untuk menciptakan suasana kondusif menjelang Pilkades serentak, Polres Malang akan menerjunkan sebanyak 2.500 personel gabungan.

Di kesempatan berbeda, Plt Bupati Malang Sanusi juga menyatakan hal serupa. Dimana, dengan anggaran Pilkades serentak gelombang III sebesar Rp 13,4 Miliar untuk desa yang menggelarnya, dirinya berharap, seluruh tahapan berjalan lancar dan aman.

"Dengan alokasi Pilkades dari APBD ini kita harapkan benar bisa jadi momentum mencari pemimpin tingkat desa yang baik dan kompeten. Serta juga menjadi motivasi bagi seluruh calon kades untuk ikut bersama mewujudkan kondisi kondusif dan tertib saat Pilkades dan sesudahnya," ucap Sanusi, Senin (24/06/2019).

Disinggung terkait pemetaan wilayah rawan dan sangat rawan dalam Pilkades serentak, Sanusi, juga mengatakan, bahwa pemetaan wilayah memang menjadi penting untuk mengantisipasi berbagai hal yang dimungkinkan terjadi. Khususnya, hal-hal yang akan mengganggu proses berjalannya Pilkades dan menyebabkan adanya perpecahan, kegaduhan sampai pada persoalan-persoalan yang mengarah pada tindakan pidana.

"Ini penting bagi pihak aparat keamanan sekaligus kita semua. Sehingga dengan adanya pemetaan ini, bisa mengantisipasi akar kerawanan yang ada di setiap desa," ujar Sanusi.

Politikus PKB ini juga menyampaikan dengan 859 Cakades yang akan bertarung dalam Pilkades gelombang III dan tersebar di 33 kecamatan, pemetaan kerawanan akan sangat membantu dalam mewujudkan situasi yang diharapkan semuanya.
"Sangat membantu dan penting, kita bersama Polres Malang dan jajaran lainnya telah merumuskan antisipasi itu. Insya Allah, untuk Pilkades ini berjalan sesuai harapan kita semua," tegas Sanusi.

Kabupaten Malang memang memiliki pengalaman baik dalam menggelar berbagai pemilu dengan hasil kondusivitas di tengah masyarakat. Walau sepanas apapun konstelasi politik atau pun kepentingan para calon, sampai saat ini tidak sampai membuat kondisi memburuk di tengah masyarakat.

"Pengalaman baik kita ini yang harus terus ditingkatkan. Saya yakin, seluruh masyarakat dan para Cakades akan menjaga kebaikan bersama nantinya," pungkas Sanusi.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top