Bertemu Bocah 8 Tahun yang Ngamen untuk Rawat Ibunya, Wali Kota Malang Janjikan Perawatan

Naga Putra Wicaksono (tengah) saat bertemu Wali Kota Malang Sutiaji. (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Naga Putra Wicaksono (tengah) saat bertemu Wali Kota Malang Sutiaji. (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

LAMONGANTIMES, MALANG – Kabar bocah delapan tahun yang rela mengamen untuk ibunya yang tengah sakit akibat kecelakaan pun sampai ke telinga Wali Kota Malang Sutiaji. Pria berkacamata itu pun berkesempatan menjenguk langsung kondisi Naga Putra Wicaksono dan ibunya di Jl Borobudur IV B Nomor 5 Kota Malang pada Minggu (14/7/2019).

Usai menjenguk dan bertanya terkait kondisi Naga dan ibunya, Sutiaji bercerita jika Pemkot Malang akan melakukan upaya sebagaimana mestinya. Salah satunya adalah memberi perawatan medis kepada ibu Naga, yaitu Siti Aisyah. Dalam tahap pertama akan dibuatkan surat rujukan terlebih dulu.

"Tadi mintanya dirawat di RKZ, maka akan ditangani langsung oleh Dinas Kesehatan," kata Sutiaji kepada wartawan.

Sutiaji pun tidak ingin penanganan kesehatan ini berlangsung lambat. Ke depan dia meminta agar jajaran pemerintah dari tingkat paling bawah lebih aktif. Dia juga mengharapkan pendataan dilakukan secara masif. Sehingga pergerakan masyarakat dapat dilihat dan dapat ditangani ketika diperlukan.

Langkah itu sesuai dengan target Kota Malang 2020 Universal Health Coverage (UHC). Yakni seluruh masyarakat Kota Malang dapat merasakan fasilitas kesehatan secara menyeluruh dan berkeadilan. Sejak sekarang, pendataan pun diminta untuk segera dituntaskan dengan baik dan benar.

Wali Kota Malang Sutiaji (kenakan batik) saat melihat langsung kondisi Siti Aisyah, ibunda Naga Putra Wicaksono, bocah delapan tahun yang mengamen untuk hidupi ibunya (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

"Saya rasa RT dan lurah sudah tanggap dan aktif. Hanya saja memang susah dipembiayaan, maka ini jadi tanggungjawab pemerintah. Ke depan supaya lebih dikawal agar bisa diselesaikan secara tuntas," ucap Sutiaji.

Suami Widayati Sutiaji ini juga menyampaikan bahwa Naga merupakan anak di bawah umur yang tidak diperkenankan untuk bekerja. Terlebih harus mengamen di jalanan. Sehingga Naga akan menjadi tanggung jawab Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan. "Karena sebelum kecelakaan, ibunya juga mengamen. Ini yang harus kami perangi," imbuhnya.

Sutiaji juga menyampaikan, tidak tertutup kemungkinan Naga dan sang ibu akan dibina di Desaku Menanti. Di sana, mereka akan mendapat pembinaan untuk menjadi warga yang mandiri secara ekonomi. Harapannya, Naga dan sang ibu tidak lagi turun ke jalanan lagi.

"Saya tanya katanya tadi sehari penghasilannya Rp 120 ribu. Penghasilan yang besar tentunya, tapi tidak baik dan perlu ditangani," imbuh Sutiaji.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]lamongantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]lamongantimes.com | marketing[at]lamongantimes.com
Top