Wali Kota Malang, Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Wali Kota Malang, Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



Beberapa ruas jalan di Kota Malang, terutama lampu merah sampai sekarang masih sering ditemui pengemis. 

Tak sedikit pula pengendara yang kasihan kemudian memberikan sedikit rezekinya.

Padahal, sudah jelas dapat larangan untuk mengemis sekaligus memberikan uang pada pengemis. 

Termasuk di Kota Malang sendiri, yang pada 9 Mei 2019 lalu sudah mengeluarkan surat imbauan untuk tidak memberikan uang kepada anak jalanan, gepeng, hingga pengamen di tempat umum seperti jalanan. 

Surat itu pun diedarkan kepada warga dan komponen masyarakat.

Dalam imbauan itu juga, Wali Kota Malang Sutiaji mengimbau agar masyarakat menyalurkan sedekah ke lembaga dan amil zakat resmi. 

Hal itu pun diharapkan menjadi perhatian dan terus disosialisasikan, terutama oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang.

"Dan kami akan mempertegasnya, bahwa pemberi dan yang diberi akan dikenai sanksi," kata Sutiaji pada wartawan belum lama ini.

Pria berkacamata itu menyampaikan, pemberi uang dan yang diberi saat di jalanan dan tempat umum itu sanksinya akan diperjelas dalam peraturan walikota (Perwal). 

Mengingat, semakin banyak gepeng dan anak jalanan yang turun ke jalanan dengan sengaja. Terlebih saat mendekati momen lebaran.

Dia pun mengimbau agar masyarakat tak lagi memberi uang kepada pengemis. Melainkan menyalurkan sedekahnya di lembaga resmi. 

Karena jika pemberian uang terus dilakukan, bukan tidak mungkin jumlah gepeng dan anak jalanan di kota pendidikan ini akan terus bertambah.

Lebih jauh dia menyampaikan, pemerintah Kota Malang saat ini terus berupaya untuk menekan jumlah anjal dan gepeng di jalanan. 

Salah satunya dengan meningkatkan skill kemandirian mereka melalui berbagai pelatihan.

"Kami juga sudah memiliki lingkungan pondok sosial (Liponsos), ada juga Kampung topeng untuk tingkatkan skill kemandirian ekonomi mereka agar tak lagi turun di jalan," jelasnya.

Melalui sederet pelatihan yang diberikan kepada gepeng dan anjal dalam setiap razia yang dilakukan itu, dia berharap ke depan jumlah masyarakat pra sejahtera mengalami penurunan. 


End of content

No more pages to load