Tangkapan layar unggahan Leonardo Dicaprio yang menyoroti Indonesia. (Foto: Instagram)

Tangkapan layar unggahan Leonardo Dicaprio yang menyoroti Indonesia. (Foto: Instagram)



Aktor Hollywood kenamaan, Leonardo Dicaprio beberapa waktu terakhir tampak fokus berkampanye soal kerusakan lingkungan. Melalui akun Instagram resminya, @leonardodicaprio pria 44 tahun itu setidaknya dua kali menyoroti Indonesia. Mulai dari soal produksi sampah hingga hilangnya habitat orangutan. 

"Penebangan hutan dan perburuan liar telah menghancurkan populasi orangutan Kalimantan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Indonesia," tulis Leo, sapaan akrabnya pada Sabtu (22/6/2019) lalu. 

Dalam unggahan tersebut, aktor yang namanya melejit saat membintangi film Titanic itu mengunggah foto sesosok orangutan. Foto tersebut berasal dari artikel yang diunggah oleh mongabay.com, media massa yang berfokus pada isu-isu lingkungan.

Di tengah makin hancurnya populasi, Leo menilai bahwa upaya penyelamatan yang dilakukan masih terbatas. 

"Bantuan baru-baru ini datang dari sepasang sekutu yang tidak mungkin: kelompok kesejahteraan hewan dan nirlaba perawatan kesehatan manusia. Kolaborasi lintas disiplin untuk memenuhi kebutuhan ekosistem dan manusia menjadi alat penting untuk mengatasi hambatan yang tampaknya sulit diatasi dalam konservasi," tulisnya. 

Unggahan lain tentang Indonesia, diposting pada 15 Maret 2019 lalu. Leo menyebut Indonesia termasuk salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar.

 "Indonesia berada di peringkat kedua polusi plastik terbesar di dunia setelah China, menghasilkan 187,5 ton sampah plastik per tahun, sekitar 1juta ton di antaranya bocor mencemari laut," tulis aktor berdarah Italia-Jerman itu. 

Dalam foto yang disertakan, tampak beberapa laki-laki dari Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menangkap ikan pada genangan air yang tercemar limbah sampah bercampur lumpur. Foto tersebut merupakan hasil jepretan Elisabetta Zavoli, seorang fotografer yang berfokus mendokumentasikan perubahan iklim di dunia. 

Leo juga menyoroti bahaya efek rumah kaca dari produksi sampah plastik yang kini ditampung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hasil buangan dari sekitar 15 jutaan warga di Jakarta. 

Postingan-postingan akun yang dengan pengikut sekitar 32,3 juta orang itu lantas menuai beragam komentar. Termasuk warganet di Indonesia, sebagian besar setuju dengan kritik Leo bahwa perlu adanya upaya penekanan penggunaan bahan plastik.


End of content

No more pages to load