Salah satu sudut Pasar Legi  Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)

Salah satu sudut Pasar Legi Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)



Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar pastikan tidak akan terlalu gegabah dalam mengambil keputusan terkait percepatan proses pengerjaan renovasi Pasar Legi.

Plt Wali Kota Blitar, Santoso, mengatakan, pihaknya akan tetap mengikuti peraturan tahapan proses pengerjaan proyek renovasi Pasar Legi. Meski saat ini tahapan pengerjaan masih sampai pada evaluasi proses lelang, pihaknya sama sekali tidak akan mengintervensi tahapan tersebut.

"Kami pastikan dulu soal waktu pekerjaannya. Bisa selesai dalam 180 hari apa tidak, karena kalau pekerjaan molor dari target, kami juga akan kena klaim dari pekerjaan proyek itu," tegas Santoso, kepada blitartimes.com, Minggu (23/06/2019).

Terkini, sambung dia, Pemkot Blitar masih mengevaluasi hasil lelang pekerjaan pembangunan Pasar Legi. Selama hasil evaluasi tidak ada masalah, pembangunan Pasar Legi bisa segera dilaksanakan.

Menurutnya, menjadi masalah dalam pembangunan Pasar Legi yakni, soal waktu pekerjaan. Waktu pekerjaan pembangunan Pasar Legi terlalu mepet. Dari awalnya ditargetkan selesai dalam waktu 220 hari, kini berubah menjadi 180 hari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Arianto mengatakan sampai sekarang rencana pembangunan Pasar Legi masih berproses. Pemkot Blitar memang sudah menetapkan pemenang lelang pembangunan Pasar Legi.

Tetapi, antara kelompok kerja (Pokja) Pembangunan Pasar Legi dari Pemkot Blitar dan pejabat pembuat komitmen (PPK) dari Disperindag masih belum sependapat dengan hasil lelang. Sebab, ada perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan Pasar Legi.

Waktu pekerjaan yang sebelumnya selama 220 hari berubah lebih pendek menjadi selama 180 hari. Dengan perubahan waktu pekerjaan itu, Disperindag butuh surat pernyataan dari rekanan yang menyatakan sanggup menyelesaikan pembangunan dalam waktu 180 hari atau sekitar enam bulan.

"Hasil lelangnya kami serahkan ke Pokja untuk dievaluasi lagi. Selama belum ada surat pernyataan dari rekanan, kami anggap belum sanggup," kata Arianto.(*)


End of content

No more pages to load