Ilustrasi.(Foto : google images)

Ilustrasi.(Foto : google images)



Setelah mengalami penurunan pada periode 2016-2017, angka kematian ibu (AKI) dalam proses persalinan justru naik tahun ini. Yakni sekitar 13 kasus kematian ibu saat melahirkan di semester pertama ini.

Padahal, tahun lalu hanya tercatat delapan kasus kematian ibu dalam proses persalinan. Diduga ini akibat perencanaan kehamilan yang kurang matang. “80 persen karena eklamsia,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Blitar, Miftahul Huda.

Eklamsia merupakan kondisi serius akibat preeklamsia. Preeklamsia merupakan sindrom yang biasanya dialami oleh ibu hamil pada triwulan terakhir masa kehamilan. Salah satu tanda preeklamsia adalah tekanan darah tinggi.

Huda, sapaannya menjelaskan, kasus kematian bumil tersebut diduga karena usia bumil yang masuk kategori beresiko, yakni diatas 35 tahun. Sehingga memicu eklamsia. Disisi lain, hamil dalam usia 35 tahun menjadi hal yang lumrah dimasyarakat.

Menurutnya, sebagian besar ibu melahirkan anak kedua mereka pada saat usia di atas 35 tahun. Hal ini dipicu oleh banyak faktor. Misalnya karena sengaja menunda kehamilan ataupun karena faktor pekerjaan. 

Diketahui Kabupaten Blitar termasuk daerah yang menyumbangkan tenaga kerja luar negeri. Hal ini juga berdampak pada perencanaan keluarga dalam memiliki momongan. “Kami masih melihat apakah trennya memang demikian,” ujarnya.

Pihaknya mengaku telah berupaya ekstra untuk menekan angka kematian bayi ini. Misalnya dengan membuat grub khusus yang bertugas memantau kasus rujukan. Hal ini penting agar masyarakat atau pasien mendapatkan pelayanan yang cepat dan tepat.

Dia menambahkan, yang juga butuh pembenahan adalah peran keluarga berencana (KB). Sebab, mereka yang bertugas membantu masyarakat dalam membuat program keluarga. Tak terkecuali program kehamilan. 

Sayangnya, personel yang membidangi masalah tersebut juga sangat terbatas. “Personel di KB itu habis. Setiap kecamatan itu kalau gak salah hanya dua atau tiga orang personel saja dan itu mencakup satu kecamatan yang sangat luas,” tuntasnya.(*)


End of content

No more pages to load