Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Supranoto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Supranoto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mewujudkan wilayahnya sebagai 'smart city' disambut baik oleh berbagai pihak. Baik masyarakat maupun organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang.

Salah satunya yang telah menyambut baik itu yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Untuk turut berpartisipasi dalam mewujudkan smart city, Dinkes  telah meminta layanan kesehatan di wilayah Kota Malang harus berbasis teknologi informasi (IT).

"Ini sudah saya sampaikan kepada seluruh tenaga di puskesmas-puskesmas di Kota Malang. Dalam rangka menghadapi smart city, semuanya harus berbasis IT dan ini juga sudah mulai berjalan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Supranoto.

Nantinya, jika sudah berbasis IT, maka sistem pelayanan -mulai proses administrasi hingga bentuk laporan- akan lebih mudah teridentifikasi dengan cepat. "Jadi, medical record-nya nanti kita bisa lihat secara langsung. Jumlah kunjungannya berapa, kemudian kasus-kasus terbanyak apa itu akan terdeteksi. Termasuk laporannya ke kami (Dinkes)," imbuh Supranoto.

Meski begitu, persiapan ini bukanlah tanpa hambatan. Supranoto mengatakan masih perlu adanya penambahan sarana prasarana untuk lebih mematangkan sistem berbasis digital tersebut. Dinkes menargetkan akhir tahun 2019 semuanya siap direalisasikan.

"Sudah mulai sebenarnya, cuma masih perlu dikembangkan dengan menambah sarana prasarananya. Sekarang kita mau connect-kan lagi. Yang dulu belum kemudian bagaimana caranya agar bisa segera bersama-sama ter-connect dengan yang lainnya. Akhir tahun lah ya, siap direalisasikan," pungkas kadinkes.


End of content

No more pages to load