Kapolres Probolingg Kota AKBP Alfian Nurrizal, saat menjenguk korban ledakan Matsuli di RSUD dr M Saleh, beberapa hari lalu (Agus Salam/Jatim TIMES)

Kapolres Probolingg Kota AKBP Alfian Nurrizal, saat menjenguk korban ledakan Matsuli di RSUD dr M Saleh, beberapa hari lalu (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

A Yahya


Polres Probolinggo Kota belum mengetahui barang atau bahan yang meledak di gudang barang bekas milik Syaiful, warga Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Hrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, seminggu lalu. 

Hal itu diungkap Kasat Reskrim AKP Nanag Fendi, Kamis (18/7) siang via selulernya. Tentang pihak Polresta yang akan mengirim barang bukti berupa jeriken bekas wadah atau tempat bahan kimia, belum diketahui hasilnya. Pihaknya, belum menerima hasil laboratorium dari labfor Cabang Surabaya.

Karenanya, kasat Reskim belum bisa memutuskan, bahan apa sebenarnya yang meledak di gudang barang bekas tersebut. Diketahui, akibat ledakan Rabu siang minggu lalu itu korban kakinya diamputasi. “Belum. Kami belum menerima apapun dari polda. Ya, tetap masih kami selidiki,” tandasnya singkat. 

Sementara itu, Matlusi alias Sipul (48) korban ledakan di gudang rongsokan akhirnnya, Kamis (18/7) sore bisa pulang. Bapak yang memiliki 4 anak tersebut selama lebih seminggu dirawat di RSUD Moch saleh, tepatnya di ruang bogenvile. Guna penyembuhan kaki kirinya yang diamputasi akibat terkena ledakan.

Matlusi, yang tinggal di Desa Menyono, Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, beberapakali sempat tertunda kepulangannya. Penyebabnya, terkendala kepemilikan BPJS. Kartu BPJS yang dimiliki, ditolak karena Matlusi kecelakaan sat bekerja atau dilokasi pekerjaan. Namun, ia tidak diperkenankan pulang, meski sudah mengantongi kartu BPJS.

Alasannya, tanggal perawatan dengan kepemilikan kartu BPJS ketenagakerjaan, tidak sama alias lebih awal tanggal masuk rumah sakit. Dengan dibantu pemilik gudang rongsokan dan perangkat Desa Menyono, akhirnya ia mendapat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa setempat. “Ya, sudah tidak ada kendala. Hari ini sudah boleh pulang,” ujar Nurhasan (40) pemilik gudang berang beka.

Menurutnya, Sipul begitu biasa dipanggil, bekerja di tempat usahanya sekitar 22 hari. Matlusi yang dipanggil Saipul oleh Nurhasan bekerja memilah barang rongsokan di gudang yang sibangunnya dua tahun lalu. Sipul diamputasi kaki kirinya, karena terkena ledakan yang hingga kini belum diketahui bahannya. Kejadian tersebut masih diselidiki polresta 

Saat ditanya, mengapa karyawannya, tidak dimasukkan ke BPJS tenaga kerja, Nurhasan mengatakan, selain bekerja belum genap satu bulan, perusahaannya belum mempu membayar BPJS. Disebutkan, perusahaannya masih kecil dan megap-megap. Untuk membantu dana perawatan Saipul selama di RSUD, dirinya masih ngutang kesana-kemari. 

“Gudang itu sewa. Uangnya sewanya dari pinjam Bank. Jaminan rumah saya,” ujarnya. Sayangnya PLT Dirut RDUD Moch Saleh. dr Rubiyati belum bisa dihubungi, soal rumitnya mengurus kepulangan Saipul.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load