Tersangka kasus sodomi (telanjang dada) saat dilimpahkan ke UPPA Satreskrim Polres Malang. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Tersangka kasus sodomi (telanjang dada) saat dilimpahkan ke UPPA Satreskrim Polres Malang. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)



Setelah sempat tidak diketahui keberadaannya selama berbulan-bulan, MK (inisial), warga Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya berhasil diringkus polisi, Sabtu (20/7/2019). Pria 38 tahun itu kini berurusan dengan polisi lantaran kasus sodomi terhadap anak di bawah umur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, MK tega menyodomi seorang remaja yang sebut saja bernama Jaka. ”Terhadap pelaku, kini sudah kami lakukan penahanan. Sedangkan kasusnya masih terus didalami UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah, Minggu (21/7/2019).

Kasus pencabulan ini terjadi pada Rabu 8 Mei 2019 lalu. Saat itu, sekitar pukul 07.00 WIB, korban  sedang membersihkan ayam di tempatnya bekerja yang berlokasi di wilayah Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso. Korban lalu diajak pelaku untuk membeli miras (minuman keras) di daerah yang tidak jauh dari tempat korban bekerja.

Lantaran tidak mengenalnya, Jaka sempat menolak ajakan pelaku. Mendengar penolakan tersebut, pria yang tubuhnya dipenuhi tato tersebut terus memaksa korban. Lantaran takut, Jaka akhirnya menuruti permitaan MK.

Usai membeli beberapa botol miras, pelaku mengajak korban untuk berhenti di sebuah rumah kosong yang berlokasi di Dusun Kasin, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso. Setibanya di sana, Jaka diminta oleh pelaku untuk menuangkan miras ke dalam gelas.

”Dari hasil penyidikan sementara, korban juga sempat dipaksa pelaku untuk meminum minuman keras,” ungkap Ainun ini.

Perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini menambahkan, usai mencekoki korban dengan minuman keras, MK mengajak korban untuk berhubungan badan. Mendengar ajakan nyeleneh tersebut, korban yang masih berusia 16 tahun itu menolaknya.

Namun, MK justru memaksa korban dengan kata-kata ancaman. Merasa ketakutan, remaja belasan tahun itu akhirnya hanya bisa pasrah saat disodomi pelaku.

Puas menyodomi korban, MK kemudian memberi uang Rp 5 ribu sembari mengancam agar Jaka tidak menceritakan apa yang baru saja dialaminya tersebut kepada orang lain. ”Korban diancam akan dibunuh jika bercerita bila dirinya disodomi pelaku,” imbuh Ainun.

Jaka hanya mengiyakan permintaan pelaku agar bisa keluar dari lokasi kejadian. Beberapa saat kemudian, Jaka yang diperkenankan untuk meninggalkan rumah kosong tempat peristiwa miris itu terjadi bergegas kembali ke tempatnya bekerja.

Setibanya di sana, warga Kota Malang itu bercerita kepada kakaknya yang kebetulan juga bekerja di tempat yang sama. Mendengar cerita adiknya tersebut, keluarga korban bergegas mencari keberadaan pelaku, namun tak kunjung ketemu.

Berselang sekitar dua bulan kemudian, tepatnya pada Sabtu (20/7/2019), FR (kakak korban) sempat berpapasan dengan pelaku saat melintas di seputaran jalan yang ada di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso. Tanpa menunggu lama, FR langsung mengamankan pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Karangploso.

”Selain pelaku, satu setel pakaian yang dikenakan korban juga sudah kami amankan sebagai barang bukti. Kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Beberapa saksi juga sudah kami mintai keterangan,” tutup mantan kasat binmas Polres Malang ini.

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load