Rapat pleno terbuka KPU Kota Kediri untuk menetapkan calon anggota DPRD. (eko Arif s /JatimTimes)

Rapat pleno terbuka KPU Kota Kediri untuk menetapkan calon anggota DPRD. (eko Arif s /JatimTimes)



Setelah sempat tertunda lantaran Mahkamah Konstitusi (MK) belum mengeluarkan buku register  perkara konstitusi beberapa waktu lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri akhirnya menggelar pelaksanaan rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Kota Kediri hasil Pemilu 2019 di Hotel Grand Surya, Sabtu (20/7/19) malam.

Rapat pleno terbuka dihadiri saksi dari partai politik peserta Pemilu 2019, Forkompimda, petinggi TNI-Polri, dan Bawaslu. Menurut  Pusporini Endah Palupi  selaku ketua KPU Kota Kediri, rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Kota Kediri  yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian puncak dari tahapan kegiatan Pemilu 2019.

Total anggota DPRD Kota Kediri terpilih  periode 2019 - 2024  sebanyak 30 orang. Mereka terpilih mewakili masing masing dapil, yakni wilayah Kecamatan Kota Kediri, Pesantren, dan Mojoroto.

Selesai rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD, sesuai tahapan  selanjutnya, KPU Kota Kediri mengajukan pengusulan pelantikan kepada gubernur Jawa Timur melalui wali kota. Sesuai AMJ DPRD Kota Kedri, jadwal pelantikan dilangsungkan 21 Agustust 2019.

Diketahui perolehan kursi terbanyak didominasi PDIP dan PAN. Dua partai tersebut mendapat jatah 5 kursi di parlemen. "Jumlahnya tiga puluh. Kursi terbanyak 5 kursi PDIP. Kemudian juga 5 kursi PAN. Tetapi untuk PDIP dan PAN itu ada selisih perolehan terbanyak sejumlah 547 suara. Setelah melakukan penetapan hari ini, kemudian kami mengajukan pengusulan pelantikan kepada gubernur melalui wali kota," ungkap Pusporini.

Ditambahkan Pusporini, pelaksanaan rapat pleno terbuka berlangsung lancar dan tidak ada satu pun  protes dari perwakilan pihak saksi partai. Di samping itu,  30 calon anggota DPRD Kota Kediri terpilih sudah melengkapi semua berkas adminitrasi kepada KPU.

Pusporini mengakui jika sebelumnya rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Pemilu 2019 sempat mengalami penundaan. Sesuai jadwal sebelumnya, pelaksanaan rapat pleno terbuka semestinya dilakukan 4 Juli 2019. Namun, karena MK belum menerbitkan buku register perkara konstitusi, KPU RI tidak memperbolehkan KPU kota, KPU kabupaten maupun KPU provinsi untuk menetapkan perolehan kursi atau penetapan calon terpilih.

"Kami menetapkan pertama  4 Juli. Undangan sudah kami sampaikan ke peserta pada 2 Juli. Kemudian ada surat dari KPU RI terkait penundaan karena MK belum menerbitkan BRKP (buku register perkara konstituasi). Sehingga KPU tidak memperbolehkan KPU kota, kabupaten maupun provinsi untuk menetapkan perolehan kursi atau penetapan calon terpilih," ujar Pusporini.

Pasca-masa penundaan tersebut, KPU RI akhirnya mendapatkan surat dari panitera Mahkamah Konstitusi. KPU RI kemudian menindaklanjuti instruksi tersebut dengan mengirimkan surat ke KPU provinsi, kabupaten dan kota. Surat diterbitkan 17 Juli 2019 dan terakhir pelaksanaan penetapan harus dilakukan pada 22 Juli 2019.

Tag's Berita kediri berita kediri

End of content

No more pages to load