Beberapa orang sedang berlatih di Padepokan Gunung Ukir, Desa Torongrejo,Kecamatan Junrejo.

Beberapa orang sedang berlatih di Padepokan Gunung Ukir, Desa Torongrejo,Kecamatan Junrejo.



Kota Batu memiliki kurang lebih 500 grup seni budaya yang tergabung dalam sanggar atau padepokan. Masing-masing grup itu terdiri dari sekitar 50 anggota dari 22 jenis kesenian yang diajarkan. Sayangnya belum semua 24 desa/kelurahan di Kota Batu memiliki sanggar atau padepokan.

Karena itu, Dinas Pariwisata Kota Batu menargetkan tiap desa/kelurahan memiliki satu sanggar. Hal ini diupayakan untuk menggeliatkan dan mengenalkan kesenian lokal di Kota Batu.

“Kota Batu ini memiliki banyak kesenian di masing-masing desa/kelurahan. Tentunya ini harus dimunculkan kembali lewat sebuah sanggar atau padepokan untuk digeliatkan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono.

Selain untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Kota Batu, keberadaan sanggar sekaligus mengenalkan kesenian lokal di Kota Batu bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Jadi, bisa menambah masuknya jumlah wisatawan di Kota Batu.

“Dengan adanya sebuah sanggar ini, kemudian dikenalkan akan berimbas pada minat wisatawan. Di situ jadi daya tarik sehingga akan meningkatkan jumlah wisatawan,” ungkap Imam. 

Untuk itu, tahun ini Dinas Pariwisata menargetkan tiga sanggar di tiga kecamatan bisa aktif. Mengingat potensi seni budaya di Kota Batu tak kalah dengan Pulau Dewata Bali. 

“Sebenarnya sanggar di sini itu banyak. Tapi banyak juga yang tidak aktif. Nah di sinilah tugas kami juga mengembalikan lagi supaya aktif,” ucap pria yang juga staf ahli ini. 

 Apalagi memang Kota Batu ini memiliki segudang seniman ditambah dengan keseniannya yang beragam. Namun, Winarto tidak memungkiri para seniman tersebut belum memiliki wadah di tiap desa karena belum punya sanggar.

 Untuk menunjang karya mereka, sendratari di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu direncanakan tahun mendatang akan digeliatkan kembali. “Memang sendra tari ini belum aktif, sehingga kami berupaya tahun depan bisa aktif kembali supaya sanggar di Kota Batu bisa tampil,” ucap Imam. 


End of content

No more pages to load