Kepala Perum Bulog Subdivre Surabaya Selatan Wilayah Jombang-Mojokerto Kurniawan saat diwawancarai. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Kepala Perum Bulog Subdivre Surabaya Selatan Wilayah Jombang-Mojokerto Kurniawan saat diwawancarai. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

A Yahya


Munculnya keluhan masyarakat terhadap beras berkualitas buruk dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ditanggapi Bulog selaku penyedia barang. Bulog menyatakan bahwa beras yang dikeluarkan dari gudangnya masih dalam kondisi bagus.

Kepala Perum Bulog Subdivre Surabaya Selatan Wilayah Jombang-Mojokerto Kurniawan mengatakan, pada program BPNT kali ini, Perum Bulog ditunjuk sebagai penyedia barang bansos pangan berupa beras. Beras yang dikeluarkan Bulog ini memiliki sepek beras medium.

Adanya beras berbau dan kusam yang diterima sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Mojoagung, Kurniawan sudah memastikan beras yang dia keluarkan masih dalam kondisi bagus. Beras tersebut merupakan hasil produksi 2019. "Sebelum kita salurkan beras yang kita keluarkan terlebih dulu dicek oleh tikor (Tim Koordinator) bansos pangan Kabupaten Jombang. Kondisi beras masih dalam kondisi bagus," ujarnya saat diwawancarai sejumlah wartawan di kantor gudang Perum Bulog Tunggorono 2, Kecamatan/Kabupaten Jombang, (27/9) siang.

Terkait beras berbau dan kusam saat diterima oleh KPM, Kurniawan tidak menjelaskan secara rinci kenapa itu terjadi. Hanya saja, ia menerangkan, bahwa beras yang dikeluarkan Bulog dikirim ke para supplier melalui masing-masing Koordinator Wilayah supplier.

Pada supplier tersebut lah, lanjut Kurniawan, beras berukuran 50 kilogram yang dikeluarkan Bulog diproses menjadi 8 kilogram. Beras yang sudah diproses itu, sama supplier kemudian dikirim ke para agen E-Warong untuk disalurkan ke para KPM.

"Bulog itu beras medium 50 kilogram, beras medium sesuai aturan. Kemarin itu kita dengan Tikor bansos pangan, beras bulog untuk BPNT ini tetap harus dilakukan proses. Proses ini untuk proses pengarungan, proses pembersihan. Kita sudah minta kalau berasnya jelek harus dikembalikan," bebernya.

Sementara, Koordinator Wilayah Timur Indarto Puji Hidayat menyebut, beras yang diterima oleh para supplier di wilayahnya ini telah melalui proses Polisher atau proses membersihkan beras dari pecahan kulit air (dedak). Proses tersebut dilakukan sebanyak 2 kali.

Indarto menyebut, beras yang diterima dari Bulog kurang begitu bagus, jadi perlu dilakukan proses untuk membuat beras menjadi baik. "Kondisi diterima, ya namanya beras disimpan sudah 5 hingga 6 bulan ya begitu kondisinya. Beras tetap kita proses agar lebih bagus," pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load