Pertemuan anggota DPRD Jombang dengan OPD Pemkab Jombang di ruang Komisi D. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Pertemuan anggota DPRD Jombang dengan OPD Pemkab Jombang di ruang Komisi D. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Seluruh anggota DPRD Jombang bertemu dengan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Jombang. Pertemuan itu menyusul setelah dilantiknya dan terbentuknya alat kelengkapan dewan.

Pertemuan dalam rangka Ta'aruf ini digelar di seluruh ruang Komisi DPRD Jombang, antara lain Komisi A, B, C dan Komisi D. Acara tersebut masing-masing dipimpin oleh ketua komisi.

Sekretaris DPRD Kabupaten Jombang Pinto Windarto mengatakan, ada 44 OPD yang hadir pada Ta'aruf yang digelar oleh pihak DPRD Kabupaten Jombang, pada Senin (30/9) pagi tadi. "Seluruh OPD hadir, kecuali camat," ujar Pinto.

Diterangkan Pinto, pertemuan OPD dengan para wakil rakyat ini bertujuan untuk memperkenalkan jajaran pemerintah kepada anggota Komisi DPRD Jombang yang baru saja terbentuk.

Setiap OPD mengikuti pertemuan di ruang komisi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Seperti contohnya, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial bertemu dengan anggota Komisi D. "Ini bertujuan memperkenalkan OPD kepada anggota komisi yang baru terbentuk," tandasnya.

Sementara pada kesempatan tersebut, seluruh OPD juga memaparkan seluruh program kerjanya beserta progresivitasnya di hadapan anggota Komisi di DPRD Jombang.

"Ini anggota dewan juga mendapatkan penjelasan soal program kerja pemerintah. Tujuannya agar dewan memahami permasalahan dan agar lebih mudah lagi melangkahnya," kata Pinto.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Jombang Erna kuswati menuturkan, salah satu OPD yang diterimanya saat agenda Ta'aruf itu adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu yang ditanyakan wakil rakyat ini adalah soal seragam gratis.

Pada pertemuan itu, dikatakan Erna, pihak Legislatif menanyakan soal permasalahan seragam gratis yang menjadi tanggungjawab Disdikbud Jombang. Ia meminta agar persoalan seragam gratis tersebut segera diselesaikan. 

"Tadi kita singgung soal seragam gratis. Intinya kita menanyakan kenapa seragam gratis ini tidak kunjung dibagikan. Banyak wali murid yang sengaja beli seragam sendiri karena tak kunjung dapat seragam," pungkasnya.(*)

 


End of content

No more pages to load