Proses olah TKP di sebuah rumah yang berdekatan dengan lokasi penemuan mayat. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Proses olah TKP di sebuah rumah yang berdekatan dengan lokasi penemuan mayat. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Sosok mayat laki-laki dengan bersimbah darah yang ditemukan tergeletak di pinggir jalan nasional Jombang-Madiun, diduga merupakan korban pembunuhan. Polisi melakukan pemeriksaan di sebuah rumah dekat TKP, yang diduga sebagai lokasi awal pembunuhan.

Mayat pria tanpa identitas dengan bersimbah darah itu pertama kali ditemukan warga saat melintas di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Rabu (2/10) pagi.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu, mayat yang ditemukan tersebut diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan pelaku beserta identitas korban. "Ada dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku. Ini pelakunya masih dalam lidik, kita masih melakukan proses identifikasi terhadap apa yang kita temukan di TKP," terang Azi saat diwawancarai di lokasi.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah anggota polisi dari Satreskrim Polres Jombang dan tim Inafis melakukan proses olah TKP terhadap sebuah rumah di sisi timur lokasi penemuan mayat. Jarak rumah yang diperiksa dengan lokasi mayat ditemukan, sekitar 30 meter.

Bercak darah ditemukan oleh tim identifikasi di sejumlah titik, yakni di teras rumah, di pembatas jalan serta di lokasi penemuan mayat. Polisi juga menemukan petunjuk berupa batu bata merah yang terdapat bercak darah, dan beberapa petunjuk lain yang didapat dari rumah tersebut. Seperti handphone, clurit dan sendal yang diduga milik korban.

Dijelaskan Azi, rumah yang diperiksa tersebut diduga sebagi lokasi awal korban dibunuh. Korban diduga berada di lokasi tersebut sebelum ditemukan meninggal di pinggir jalan. "Kalau dilihat dari identifikasi, ini TKP pertama dari rumah ini," ujarnya.

Sementara, dikatakan Azi, korban diduga meninggal karena kehabisan darah. Meski begitu, polisi belum bisa memastikan apakah korban terbunuh karena dibacok ataukah dikeroyok.

Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan di RSUD Jombang. "Memang korban berlumuran darah, tapi kita belum bisa memastikan posisi lukanya di sebelah mana. Dugaannya masih kita dalami, apakah dibacok ataukah dikeroyok. Ini masih kita dalami," ungkap Azi.

Selain itu, polisi juga masih berupaya untuk mengungkap identitas korban. Hasil sementara, polisi menduga korban berkelamin laki-laki dengan umur sekitar 27 tahun. "Identitas masih kita cari. Umur kisaran 27 tahun. Ciri-cirinya mengenakan kaos oblong dan celana pendek," pungkas nya.

Diberitakan sebelumnya, mayat laki-laki bersimbah darah ditemukan warga di jalan raya, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Saat ditemukan, kondisi mayat tergeletak seperti orang yang sedang sujud. Korban mengenakan kaos warna hijau bergambar klub sepakbola Barcelona, dan mengenakan celana pendek berbahan jins.(*)


End of content

No more pages to load