Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah para pejabat pimpinan pratama dan jabatan pengawas di lingkungan Pemkab Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah para pejabat pimpinan pratama dan jabatan pengawas di lingkungan Pemkab Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang dirotasi. Rotasi ini diperuntukkan bagi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat pengawas.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin langsung  Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab di Ruang Bung Tomo kantor Pemkab Jombang, Jumat (4/10) pagi. Acara itu juga dihadiri oleh seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Jombang dan sejumlah pimpinan forkopimda.

Sedikitnya ada 21 pejabat dari unsur pimpinan tinggi pratama dan pejabat pengawas yang dirotasi. Rinciannya 9 pejabat pimpinan tinggi pratama dan 12 pejabat pengawas.

Hal tersebut tertuang pada Surat Keputusan Bupati Jombang Nomor 188445/224/415.41/2019. Surat keputusan bupati Jombang yang ditetapkan 3 Oktober 2019 itu dibacakan langsung oleh kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKD-PP) Kabupaten Jombang.

Mundjidah menjelaskan, adanya rotasi jabatan ini dikarenakan ada pejabat yang sudah menjabat selama 5 tahun. Sesuai aturan Komisi ASN (Aparatur Sipil Negara), harus dilakukan penyegaran bagi para pejabat yang telah menjabat selama 5 tahun.

"Motivasinya ini karena mereka (pejabat) sudah menjabat 5 tahun. Sesuai aturan Komisi ASN, harus dilakukan penyegaran," terangnya saat diwawancarai seusai melantik para pejabat Pemkab Jombang.

Atas rotasi jabatan ini, bupati berharap agar dapat menciptakan pemerintahan yang lebih baik lagi. Penyegaran di instansi pemerintahan diperlukan untuk meningkatkan kinerja para OPD.

"Kami  pingin menciptakan pemerintahan yang sehat. Jadi, memang kalau sudah ada yang menjabat 5 tahun, harus dirotasi agar ada penyegaran," pungkas nya.


End of content

No more pages to load