Terlihat tumpukan kain seragam di tennis indoor Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Terlihat tumpukan kain seragam di tennis indoor Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

Heryanto


Proyek pengadaan kain seragam sekolah gratis belum juga terselesaikan.

Untuk itu, pemberlakuan denda kepada pemenang lelang terus berjalan. 

Hingga saat ini, Minggu (6/10), denda yang berlaku sudah mencapai hampir Rp 70 juta.

Pada perjanjian kontrak, proyek pengadaan kain seragam sekolah gratis tersebut berakhir pada (29/9) lalu. 

Melebihi batas tersebut, ada ketentuan denda 1/1.000 yang akan ditanggung oleh pihak pemenang lelang.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Jumadi.

Dikatakannya, ntuk keterlambatan ini pihaknya juga sudah memberikan teguran secara tertulis sebanyak tiga kali. 

Sekaligus denda sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Besaran denda sebesar  1/1000 dari nilai kontrak yang terlambat. Jadi tinggal dikalikan saja," ujar Jumadi, Minggu (7/10).

Dari data yang dihimpun, hingga Minggu (5/10), keterlambatan pengadaan kain seragam sudah terhitung 7 hari. 

Dari keterlambatan tersebut, denda yang dapat dihitung sudah mencapai Rp 69.854.306. 

Denda tersebut bisa dihitung dari total enam proyek kain seragam, yakni kain seragam nasional dan seragam olahraga.

Untuk kain seragam nasional MI Negeri/Swasta (putih-hijau). 

Proyek ini bernilai Rp. 1,06 miliar lebih dan dimenangkan PT Harapan Jaya Tuban.

Yang artinya denda perhari yang harus dibayar adalah Rp 1.061.676 jika dikalikan 7 hari, maka jumlah totalnya adalah Rp 7.431.732.

Sedangkan kain seragam nasional SD Negeri/Swasta (merah-putih), nilai kontraknya berjumlah Rp. 1,61 miliar. 

Denda berjalan per harinya adalah Rp 1.613.677.

Jika dikalikan 7 hari keterlambatan maka total denda mencapai Rp11.295.742.

Dan seragam nasional MTS Negeri/Swasta (putih-biru). 

Proyek untuk kain seragam ke tiga ini bernilai Rp. 1,56 miliar, sehingga nilai denda perharinya adalah Rp 1.569.619. 

Untuk denda 7 hari keterlambatan mencapaiRp 10.987.334.

Seragam nasional untuk SMP Negeri/Swasta(putih-biru) yang bernilai kontrak Rp. 2,1 miliar juga berarti denda perhari yang harus dibayar adalah Rp2.105.943. 

Jika ditotal dalam 7 hari keterlambatan maka jumlah denda mencapai Rp14.741.604.

Sedangkan dua seragam olah raga untuk MI-SD Negeri/Swasta dan SMP-MTs Negeri/Swasta ang nilai masing-masing proyeknya Rp.1,58 Miliar dan Rp. 2,03 miliar. 

Hingga denda untuk keduanya masing-masing mencapai Rp1.588.863 danRp 2.039.408 perhari. Atau Rp11.122.040 danRp 14.275.854 untuk 7 hari keterlambatan.

Lima proyek seragam terakhir, seluruhnya dimenangkan CV Aspira Utama Tuban. Hingga denda yang harus dibayarnya adalah senilai 53.5 juta rupiah untuk 6 hari. 

Jika ditambah dengan denda milik PT Harapan Jaya Tuban untuk proyek kain seragam nasional MI senilai 6.3 juta rupiah maka totalnya adalah 59.8 juta rupiah untuk 6 hari keterlambatan.

Karena itu, lanjut jumadi, hingga saat ini pembayaran untuk seluruh proyek ini disebutnya juga belum bisa dilakukan. 

"Meski kemarin kain seragam pramuka sudah dibagikan. Pembayaran dilakukan apabila semua kain seragam sudah diserahkan," pungkasnya.(*)

 


End of content

No more pages to load