Pos perijinan Gunung Anjasmoro Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Pos perijinan Gunung Anjasmoro Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

A Yahya


Jalur pendakian Gunung Anjasmoro Jombang ditutup sementara pasca terjadinya kebakaran hutan lahan. Penutupan tersebut akan berlangsung selama 2 minggu ke depan.

Penutupan jalur pendakian ini dilakukan oleh pihak pos perizinan Gunung Anjasmoro I-Kancil sejak hari ini, Rabu (16/10). Gunung setinggi 2.282 Meter Di Atas Permukaan Laut (MDPL) ini terletak di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Jombang.

Rencananya, penutupan pendakian gunung Anjasmoro ini kembali dibuka pada awal November mendatang. Hal tersebut sudah menjadi kesepakatan pihak pengelola jalur pendakian Anjasmoro, setelah hutan di kawasan itu mengalami kebakaran pada Senin (14/10) malam.

"Kemarin kita musyawarah sama teman-teman I-Kancil, dua minggu ini pendakian kita tutup sementara. Awal bulan depan (November, red) akan kita buka kembali," ujar salah satu petugas pos perijinan Gunung Anjasmoro, Kusnuardi saat dihubungi wartawan, Rabu (16/10) sore.

Dijelaskan Kusnuardi, kebakaran hutan lahan pada Senin malam itu, mengakibatkan vegetasi sabana atau padang rumput di puncak cemoro sewu hangus terbakar. Dari survei lapangan yang dilakukan oleh anggota I-Kancil pada Selasa-Rabu, terlihat sekitar 8 hektare lahan yang terbakar.

"Tadi pagi masih ada bara api yang tersisa dari kebakaran, kita langsung padamkan secara manual. Dari pengamatan kita, ada sekitar 8 hektare yang terbakar," jelasnya.

Sebelumnya, Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang menyebutkan kebakaran hutan lahan terjadi di wilayah Gunung Anjasmoro Jombang pada Senin (14/10) malam. Dari data yang disampaikan pihak BPBD Jombang, sekitar 50 hektare hutan lahan yang terbakar akibat cuaca panas dan angin kencang.

Hutan lahan yang terbakar itu melintang antara Kabupaten Jombang dan Kabupaten Malang. Kawasan hutan lahan yang terbakar itu merupakan milik KPH Jombang, KPH Pasuruan dan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Seryo.(*)


End of content

No more pages to load